Luka Yang Sisa Kenangan
Rocky tidak menjawab, hanya berbicara santai, “Kemarin aku mau jemput kamu, tapi pameran lukisan Paula tiba-tiba kebakaran, semua lukisannya habis nggak bersisa.”
Seketika, jantung Luna langsung menegang.
Dia langsung paham maksud tersiratnya, buru-buru menjelaskan, “Bukan aku yang membakarnya! Bukan aku yang melakukan semua itu, kamu bisa menyelidikinya….”
“Luna,” potong Rocky dengan pelan.
Tatapannya asing dan membuat Luna panik, “Impian terbesar Paula adalah jadi pelukis. Lukisan-lukisan itu adalah semua hidupnya, dia nggak mungkin menghancurkan karyanya sendiri.”
Hot Chapters