Mencintai Suami Adikku
Sekali lagi, aku menghela nafas, mematut diriku untuk terakhir kalinya di cermin, lalu berjalan keluar dari kamar.
“Wah, cantiknya anak Mak Cik!” Adik dari mamak yang sudah bersiap dengan kebaya dan songketnya menahan jalanku. Beliau menggenggam lengan atasku dengan kuat, lalu melanjutkan kalimatnya, “Semoga jodohmu juga segera datang, Nak. Allah sayang sama kamu, percayalah!”