Janji Setia
Sepuluh anak masih masuk akal, tak jadi dia nego halus tentang jumlah bayi-bayi lutju dan imut yang harus diproduksi setiap tahunnya.
“Btw, aku ke sini juga ingin memberikan undangan. Musim dingin diperkirakan selesai satu minggu lagi. Aku akan menikah, kau datang, ya, Nuwa.” Anjali menyodorkan undangan pernikahannya. Nuwa membaca dengan seksama lalu matanya agak membesar.
“Kau jadi istri keempat? Kau yakin? Wah hebaaaat. Kalau aku lebih baik pergi perang, dor, kena tembak, mati, selesai urusan hidupku.”
Capítulos em Alta