DIA BUKAN BAPAKKU
Nisma cemberut, tetapi hatinya sedang senang, hingga dia tak mempermasalahkan.
Setelah semua duduk, tak ada yang langsung makan. Sudah menjadi kebiasaan di keluarga mereka, kalau makan bersama, harus Bapak mertua lebih dulu yang diambilkan makanan oleh mertuanya.
“Nisma, kenalkan, cah ayu ini namanya Ajeng. Dia anak sahabat Ibu dari kecil di Malang,” kata Ibu mertua memperkenalkan wanita berparas manis itu. Nisma tersenyum padanya, wanita itu hanya memandang Nisma datar saja. Seketika senyum Nisma hilang.
Capítulos em Alta