Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

Tetapi sekarang ini, Lisa harus bertahan dengan perabotan yang seadanya. "Maaf ya, An. Kamu nggak bisa duduk, soalnya Mbak nggak punya kursi maupun tikar," ujar Lisa dengan nada sungkan. "Ya nggak apa-apa, Mbak. Aku mah bisa duduk di mana aja," kata Ana sambil terkekeh kecil. "Di lantai begini juga nggak apa-apa, kok," kata Ana lagi.
9.6235.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.5K kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Swing Partner

Swing Partner

“Melewati kaca-kaca besar. Melewati beberapa pintu ganda hijau kebiruan yang tertutup dengan nomor besar di depan pintunya. Sepanjang jalan ada kursi-kursi logam berjejer. Terlihat dingin. Terllihat tidak nyaman untuk diduduki. Aku tidak suka dengan kursi seperti itu…” "Mereka berbelok setelah melewati pintu ganda hijau kebiruan bertuliskan nomor 4 besar. Berbelok ke arah kursi-kursi lagi. Di sana, dua orang pria bertubuh besar, memakai jaket kulit hitam, duduk mengapit pria yang sedang menunduk sambil menangis. Berjarak satu kursi kanan dan kirinya.” Suara terkesiap dari mulut Maharani.
656 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Bukan Siti Nurbaya

Bukan Siti Nurbaya

Santi yang berada tepat di sisi kananku langsung menepis tangan Tami yang bertengger di bahuku. “Nggak punya adab ya!” Celetuk Dewi. “Itukan masih ada 2 kursi kosong. Kalian bisa bergeser khan!’” Ketus Tami. “Kenapa nggak kamu aja yang duduk di situ?” kesal Dewi.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Suamimu Masih Mencintaiku

Suamimu Masih Mencintaiku

ujarku sembari membetulkan kaca mata hitam. “Ibu duduk di kursi yang salah. Kursi ibu ada di depan, VIP Class nomor enam.” “Lah... lalu?” “Tadi Mas-nya mengalah. Mungkin beliau tak enak membangunkan ibu yang sedang tertidur.” Aku menunduk malu. Hati bertanya-tanya, siapa lelaki baik hati itu? Saat melirik ke samping, aku terperanjat. Ternyata kursi itu milik seorang artis muda yang sedang naik daun. Ia tertidur dengan headset di telinga.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Kejutan Suami Lugu

Kejutan Suami Lugu

"Bi Mae sudah makan, Rin. Ini Bibi mau minta tolong, Rin.” Bi Mae masih berdiri. Aku menoleh pada lantai yang memang polosan tak ada tikar. Lekas aku mengambilkan tikar dan kugelar. Baru terpikir, kalau kursi di teras kurang. Entah kenapa, Mas Reza cuma membeli dua kursi saja. Pas ada tamu kayak gini, jadi bingung mau duduk di mana. “Duh maaf, Bi. Kursinya cuma ada dua. Duduk sini, Bi!” tuturku sambil mempersilakan Bi Mae.
1044.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Jagoan di Puncak Kejayaan

Jagoan di Puncak Kejayaan

Dia jelas tidak akrab dengan konsep rasa malu. Dia benar-benar menepuk bahu Javier sebelum mengatakan, “Kamu. Tukar kursi denganku, bro. Aku ingin mengambil kursi tengah ini.” Javier tertawa. "Permisi? Mengapa aku harus melakukan itu? Ini kan kursi yang aku pesan, kawan!” “Apakah aku terlihat seperti aku peduli?! Hei bangun, Bung. Cepat pindah!”
9498.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.0K kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Inheritance

Inheritance

Kedua kursi dibungkus kain putih dan terlihat hiasan dari bunga berbentuk hati tidak jauh dari mereka. Ken menyalakan piringan hitam dan terdengar lagu klasik yang romantis. Dia menarikkan kursi untuk Jani dan duduk di kursi satunya. “Apa ini yang kau kerjakan hingga lupa mengabariku?” tanya Jani. “Iya, aku ingin memberimu kejutan. Aku harap ini cukup untukmu.” “Sayang, ini lebih dari yang kubayangkan. Bagaimana kau melakukan ini semua?”
9.923.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 811 kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Ehh! Izza tertunduk. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Apa ini? Rasa apa ini, Yaa Allah? “Ayook, Ayook, cium, cium ...” Para tamu kompak bersorak kata ‘Cium' karena greget melihat kedua pengantin baru itu malu tapi mau. Dagu Izza terangkat. Izza menatap sang suami dengan tatapan malu. Ia tak bisa melihat apapun, selain matanya. Hanya terfocus pada ‘Matanya’.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

Mengapa Rumy terlihat lebih manis kali ini? Rumy memilih untuk duduk di kursi besi yang terletak di tengah pelataran masjid. Sementara Ameera mengikutinya melakukan hal yang sama. “Aku pernah berada di posisimu, Ra. Ndak suka sama semua peraturan di pesantren ini.”
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

Arkan beringsut dari kursinya. Nah benarkan perkataannya? Meledak juga si dosen tattoan ini. Ayo kita main cantik lagi. "Nah lo laki-laki apaan? Coba lo pikir sendiri?!"
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 896 kali sebagai lirik lagu dua kursi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status