Tajamnya Lidah Istri
“Ikhlaskan Sari Nak, Ingat ... Semua perjalanan hidup kita adalah skenarionya Allah. Semua terjadi sudah kehendak Allah. Betapa kuat keinginan kamu untuk minta Sari kembali, kalau Allah tidak mengizinkan, maka keinginanmu itu tidak akan pernah terjadi. Jadi mulai hari ini jangan berharap lagi, jangan menggenggam bara, yang akan melukai tanganmu sendiri. Kamu mengeri ucapan mama?”
“Iya Ma,” ucap Heru pelan tanpa semangat. Heru bertekad untuk melupakan Sari dan menata hidupnya kembali. Heru pasrahkan semuanya pada Allah, agar jiwanya tenang. Ia tidak mau menjadi gila, karena stres. Hatinya mantap kini, melupakan Sari dan mengikhlaskan adalah pilihan terbaik.
***
Hot Chapters