Pijat Yuk, Mas!
"Lo jangan berani-berani ngebantah! Lo itu jualan tampang dan 'apem tembem', kalau lo cacat, siapa yang mau bayar mahal?!"
Mirah terdiam, dia merasakan kebas di seluruh tubuhnya. Diliriknya botol miras di atas meja, ada keinginan kuat untuk meminumnya sendiri agar semua penderitaan ini berakhir. Namun, dia teringat Lilis yang sedang bersembunyi dan harapan Elang untuk melihatnya bebas.
'Gue belum kalah, Nan... Mas Agam... gue cuma mundur satu langkah buat loncat lebih jauh,' sumpah Mirah.
الفصول الرائجة