Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa
Ia menatap cakrawala yang merah keunguan, seakan langit juga mengerti betapa berat beban yang kini ia pikul.
“Aku bukan lagi hanya pelarian,” bisiknya lirih, tapi tegas.
Langkahnya maju. Bayangan tubuhnya jatuh panjang di tanah penuh luka.
“Aku adalah badai... yang akan menenggelamkan para dewa palsu... di Tanah Terlarang ini,” lanjutnya, suara yang kini seperti janji yang diukir di atas batu nisan takdir.
Langit kembali diam, seolah menahan napas. Tak ada petir, tak ada gerakan awan. Tapi bumi tahu. Setiap butiran pasir, setiap hela angin, setiap akar pepohonan yang bergetar tahu...
Hot Chapters