Sepiring Talak di Pagi Hari
Tidak terasa, air matanya menitik.
Dulu, Zia pernah disuguhi sepiring talak di pagi hari oleh Satria. Kini, di pagi ini, ia disajikan secawan madu di pernikahan keduanya. Kata-kata dan perlakuan manis Faruq semalam, benar-benar membuatnya bertualang menerobos, melayang, pertama kali di surga dunia. Wanita itu berharap, cukup madu sebenarnya yang selalu ia rasakan, bukan madu dalam arti wanita kedua.
“Mas, ayo bangun. Sudah Subuh,” bisik Zia.
Chapitres populaires