Terjerat Pesona Papa Temanku
“Papa cuma pengin kamu bahagia. Pap tahu kamu gak suka pesta besar.”
“Udah bahagia banget kok.”
Yara berdiri di belakang mereka, mencoba terlihat natural. Senyumnya dipaksakan, sementara pandangan Kaivan terasa mengikuti ke mana pun ia melangkah.
Tak lama kemudian, lagu ulang tahun diputar dari speaker kecil. Arunika meniup lilin, semua ikut bertepuk tangan.
Kaivan memeluk Arunika, sementara Elvaro berdiri di samping, tersenyum hangat — senyum yang biasanya membuat Yara tenang, tapi malam ini justru terasa menusuk.