Bhu & Akra
“Karena, aku mencintaimu, Ana. Mencintaimu dengan seluruh hati dan napasku. Mencintai kekurangan serta kelebihanmu. Mencintai kebaikan serta keburukanmu. Aku mencintaimu, mencintai dirimu, Ana.”
Tangis Ana terhenti. Ini, kali pertama dirinya mendengar Cakra menyatakan perasaannya secara lugas. Hal itu membuat laju jantung Ana menjadi tiga kali lipat dari normal. Jantung Ana semakin menggila saat melihat senyum Cakra yang terulas lembut. “Aku mencintaimu, karena itulah aku tak mau menghancurkanmu dengan menahanmu tetap di sisiku. Aku tidak mau mengikatmu dengan hubungan yang hanya membuatmu tersiksa. Aku memilih berpisah demi kebahagiaanmu,” ucap Cakra sembari meraih salah satu tangan Ana.
Bab Populer