Gairah Anak Sahabatku
Bahkan alasan soal membuat cetakan yang dia pakai untuk mendekatiku hanyalah kedok semata.
Hari itu, setelah aku pergi, Marven melihat ponselnya dan mendapati bahwa video yang dia rekam telah terhapus. Dari sana, dia menyadari bahwa aku mungkin sudah tahu semuanya, makanya dia mulai meneleponku berkali-kali.
Tabita mendengarkan pengakuan Marven dengan wajah marah. Dia kembali menendang anaknya sekali lagi dengan geram.
"Marven, Marven ... aku harus bilang apa padamu? Bukankah uang bulanan yang Ibu kasih sudah cukup? Kenapa kamu bisa sampai berutang lagi?"