Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Orang yang tidak tahu malu memang selalu punya alasan untuk melarikan diri dari dosa. "Andi, apa maksud ucapanmu itu?!" Chika tiba-tiba muncul di pintu ruang rawat seperti hantu penasaran. Wajahnya sangat pucat, rambutnya mulai menipis, dan tubuhnya kurus kering seperti kerangka manusia. "Apa maksudnya minta aku kembaliin semua yang dulu dia kasih ke aku?" Dia tampak mulai gila dan berteriak dengan lemah, "Andi, apa yang sudah kamu lakuin ke aku? Apa yang kamu ambil dariku?! Pantas saja belakangan ini aku merasa tubuhku makin memburuk."
12.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 449 Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
Sekalipun Kembali, Hatiku Tetap Pergi

Sekalipun Kembali, Hatiku Tetap Pergi

“Aku ingin meminta lagu ‘Kembali ke Masa Lalu’, kembali ke tiga tahun lalu, Martin Sutanto tidak akan pernah putus dengan Desi.” Seluruh penonton bersorak, merayakan cinta mereka. Hanya aku yang menangis. Saat sesi permintaan lagu berikutnya, aku melihat wajahku yang berlinang air mata muncul di layar lebar. “Aku juga akan meminta lagi ‘Kembali ke Masa Lalu’, kembali ke masa lalu aku tidak akan pernah menerima lamaran Martin.” Sebelum aku sempat menyelesaikan kata-kataku, ponselku berdering.
6.3K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 175 Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

"Setidaknya lebih aman daripada terus berada di sini, menunggu kematian." Deryn bergerak perlahan, mendekatinya. Namun menghela napas karena suara nyanyian tadi berasal dari mulut pedas sang istri. Deryn langsung mengangkat tubuh Delia yang mengalunkan tangan di leher suaminya. "Ayam bakar," gumam Delia menggerakan kepala, jika saja Deryn tidak menghindar, maka dagu menjadi santapan manusia yang terjebak dalam mimpi.
102.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 104 Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
Istri Kampungan Presdir

Istri Kampungan Presdir

Tak per terpikir oleh ku Tak sedikit pun ku bayangkan Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri Begitsulit ku bayangkan Begitu sakit kurasakan Kau pergi tinggalkang kusendiri Dibawah batu nisan kini Kau telah sandarkan Kasih sayang kamu begitu dalam Sungguh ku tak sanggup ini terjadi karena ku sangat cinta Inilah saat terakhir ku melihat kamu Jatuh air mataku menangis pilu Hanya mampu ucapkan Selamat jalan kasih..... Satu jam saja kubtelah bisa Cinta kamu, kamu, kamu dihatiku Namun bagiku melupakanmu
9.5143.3K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 5.0K Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
My Wife is My Suspect

My Wife is My Suspect

All I ask is If this is my last night with you Hold me like I'm more than just a friend Give me a memory I can use Take me by the hand while we do what lovers do It matters how this ends 'Cause what if I never love again? Lagu berakhir dengan bertepatan jatuhnya air mata Atlanta.
9.232.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 1.3K Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
Sang Petir Terakhir

Sang Petir Terakhir

Sebelum memejamkan mata, Jai mengucapkan selamat malam kepada Usha si kucing kecil. Jai harus bangun besok dan menjadi lebih 'waras'. Dia mencoba menyimpulkan apa yang sebenarnya telah terjadi seharian ini. Namun Jai tidak yakin, bisa jadi pikirannya kacau karena diselimuti oleh depresi setelah kehilangan pacarnya, atau mungkin karena dia jatuh dari jembatan ke sungai yang beraliran deras. Hal terburuknya, dia mungkin sudah mati dan saat ini dirinya ada di akhirat.
93.5K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 120 Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
Sepanas Belaian Chef Jonathan

Sepanas Belaian Chef Jonathan

Emma hampir tersedak ludahnya sendiri saat melihat anggukan menyedihkan dari Pamungkas, menjijikan. Emma mengibaskan tangan kanannya tepat di depan wajah Pamungkas, "Jangan mimpi, Pamungkas! Kisah cinta kita sudah berakhir dan tidak akan mungkin terajut kembali walau neraka berubah beku sekali pun!" sentak Emma sambil membulatkan matanya dan menatap jijik ke arah Pamungkas. Emma berjuang untuk tidak muntah karena membayangkan dirinya kembali merajut kasih dengan Pamungkas. Hina.
10131.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 3.7K Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
Malam Terakhir Dengan Suamiku

Malam Terakhir Dengan Suamiku

Foto itu menampilkan wajah Mayang yang cantik. Alya mulai membuka isi pesan yang dikirimkan janda tersebut. (Mas Rama, sebelumnya aku mau mengucapkan terima kasih banyak untuk yang kesekian kalinya. Jika saat itu Mas Rama gak ada di sana, mungkin aku hanya tinggal nama. Aku juga merasa gak enak sama Alya karena Mas Rama harus pulang terlambat. Lain kali jika aku sudah pulih, aku akan mendatangi Alya secara langsung untuk menyampaikan rasa permintaan maafku. Aku akan menjelaskan semuanya sama Alya).
1.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 58 Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Babu Kumal VS CEO Kutub Utara

Akhirnya ku menemukanmu Saat hati ini mulai merapuh Akhirnya ku menemukanmu Saat raga ini ingin berlabuh Ku berharap engkau lah Jawaban sgala risau hatiku Dan biarkan diriku Mencintaimu hingga ujung usiaku Jika nanti ku sanding dirimu Miliki aku dengan segala kelemahanku Dan bila nanti engkau di sampingku Jangan pernah letih tuk mencintaiku Akhirnya ku menemukanmu Saat hati ini mulai merapuh Ku berharap engkau lah Jawaban sgala risau hatiku Dan biarkan diriku Mencintaimu hingga ujung usiaku Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu) Miliki aku dengan segala kelemahanku Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
1011.2K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 447 Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Semua cahaya runtuh. Naira terpental jauh. Anak itu berusaha menahan Lira. Arvan menatap Lira dengan senyum damai— sama sekali tanpa penyesalan. “Terima kasih… karena menuliskan akhirku.” Tubuhnya pecah menjadi cahaya, meninggalkan suara terakhir. “Mulailah menulis dunia yang ingin kalian tinggali… Penulis Ketiga.” Cahaya menelan segalanya.
101.3K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 49 Vezes como lirik pamungkas
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
34567
...
10
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status