Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Astaghfirullah My Husband!

Astaghfirullah My Husband!

"Eh astagfirullah!" Hari ini Khalisa bertemu dengan dua cowok yang berbeda yang menurutnya memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. "Semoga besok di sekolah baru aku ketemu sama orang kayak Abi," gumamnya sambil tersenyum. "Eh astagfirullah!" Khalisa reflek menepuk dahinya karena sudah memikirkan seorang cowok yang bukan mahramnya. _______________ Salam Author❤️
700 viewsOngoingIdinagdag sa Library 25 Beses bilang lirik sholawat astaghfirullah robbal baroya gus azmi
Read
+Library
Menikah Tapi Tak Serumah

Menikah Tapi Tak Serumah

Feiza langsung ingin menyembunyikan wajahnya begitu berada di dalam musala karena semua mata yang rasanya hanya tertuju ke arahnya. "Allahu akbar Allahu akbar. Asyhadu 'allaa ilaaha illallah. Asyadu 'anna Muhammadar Rasulullah. Hayya 'alas-sholah. Hayya 'alal-falah. Qod qomatis sholah. Qod qomatis sholah. Allahu akbar Allahu akbar. Laa ilaaha illallah."
1047.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang lirik sholawat astaghfirullah robbal baroya gus azmi
Read
+Library
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

tetaplah tertawa lebar penuh bahagia seperti itu. Malam itu setelah menghubungi Fuji yang sedang pulang kampung, kututup malam dengan asma Allah. Membaca ayat kursi sebentar, menyambung dengan rasa syukur yang sebanyak-banyaknya. Tidak lupa, menyelipkan doa untuk Bapak. Dalam lirih, "Rabbigfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira. Aamiin."
1037.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang lirik sholawat astaghfirullah robbal baroya gus azmi
Read
+Library
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

Dia yang tak pantas menjadi seorang ayah…. “Bu Ella, perkenalkan namaku Tio, asisten barumu.” Aku sedang mempertimbangkan kemungkinan kerja sama dengan perusahaan di Kota Hiosan. Begitu mendengar suara itu, aku menoleh dan melihat seorang asisten baru yang masih muda, benar-benar terlihat sangat imut. Kerja sama dengan perusahaan di Kota Hiosan masih harus kutinjau langsung ke lokasi.
8.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 269 Beses bilang lirik sholawat astaghfirullah robbal baroya gus azmi
Read
+Library
Kabur Saat Masa Iddah

Kabur Saat Masa Iddah

Mas Eli yang melindungiku dari cahaya redup lampu kamar menggunakan tubuh besarnya, menciumi wajahku dengan bibir basahnya. Aku mengalungkan sebelah tanganku ke bahunya, menariknya lebih dekat, membuatku semakin terhimpit. Pipinya yang penuh peluh menempel di sebelah pipi kananku. Mas Eli seakan ingin menghangatkan wajahku yang dingin bak es karena gugup. “Maafkan aku, Aini … maafkan Mas, sayang ….” Bibirnya terdengar merintih. Buliran air matanya jatuh dan membasahi pipiku yang ikut menghangat karena suhu tubuhnya.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 93 Beses bilang lirik sholawat astaghfirullah robbal baroya gus azmi
Read
+Library
Kukira Suami Masyaallah Ternyata Astagfirullah

Kukira Suami Masyaallah Ternyata Astagfirullah

tawar Alesha dalam doa. Runtuh sudah semua penyesalan Fatih mendengar doa Alesha. Pikiranya sudah kembali seperti semula. Tidak lagi memikirkan kesalahan yang sudah dibuat. "Amin ya robbal alamin," ucap Alesha menutup doa. Alesha sedikit malu diperhatikan oleh Fatih. Fatih duduk dengan badan diputar ke arah Alesha. Mana suaranya terdengar oleh sang suami.
924 viewsOngoingIdinagdag sa Library 24 Beses bilang lirik sholawat astaghfirullah robbal baroya gus azmi
Read
+Library
Menantu yang Tak Diinginkan

Menantu yang Tak Diinginkan

ucap Ustadz Yusuf. "Astagfirullah!"
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang lirik sholawat astaghfirullah robbal baroya gus azmi
Read
+Library
Imamku dari Seoul

Imamku dari Seoul

"Astaghfirullah, Kak Biya. Istighfar, Kak." Sabiya pun berguling ke sana dan kemari sambil memeluk bantal diiringi tawa dengan suara agak serak karena kerongkongannya yang kering bagai gurun pasir, "Ahahahah!" Idris langsung menghampiri. Dia meletakkan telapak tangan kanannya ke kening Kakak perempuannya itu, lalu membaca, "ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM...."
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 52 Beses bilang lirik sholawat astaghfirullah robbal baroya gus azmi
Read
+Library
Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut

“Selanjutnya, laksanakan terus salat tobat. Amalkan istighfar dari lafadz yang paling pendek ini selama seminggu. Robbighfirlii. Ya Tuhanku, ampuninlah aku. Itu dari surat Sad ayat 35. Nanti setelahnya saya beri lafadz yang lebih panjang.” “Assalamu’alaikum, Syaikh. Maaf mengganggu, ada tamu menunggu di rumah.” Salah seorang santri datang menyampaikan kabar. “Kita lanjut besok ya, Mas Wildan. Saya temui tamu dulu,” pamit Syaikh Saleh. “Inggih, Syaikh. Terima kasih banyak atas nasihatnya.”
1022.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 550 Beses bilang lirik sholawat astaghfirullah robbal baroya gus azmi
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Mga Madalas Itanong

Sholawat 'Astaghfirullah Robbal Baroya' karya Gus Azmi itu seperti oase di tengah gurun—menggugah hati sekaligus menenangkan jiwa. Liriknya sederhana tapi punya kedalaman makna yang luar biasa. Intinya, ini adalah permohonan ampunan kepada Allah atas segala dosa, sekaligus pengakuan bahwa kita sebagai hamba tak pernah lepas dari kesalahan. Kata 'Astaghfirullah' sendiri artinya 'aku memohon ampun kepada Allah', sementara 'Robbal Baroya' merujuk pada Tuhan yang menciptakan seluruh makhluk. Jadi, secara harfiah, ini seperti teriakan jiwa yang rindu pengampunan dari Sang Pencipta.

Yang bikin sholawat ini spesial adalah cara Gus Azmi merangkainya dengan syahdu. Ada nuansa penyesalan tulus, tapi juga harapan besar akan rahmat-Nya. Dalam tradisi Islam, istighfar bukan sekadar ucapan, tapi proses penyadaran diri bahwa manusia itu lemah dan butuh bimbingan. Setiap kali mendengarnya, aku selalu ingat bagaimana Nabi Muhammad SAW pun—meski sudah dijamin surga—tetap beristighfar puluhan kali sehari. Ini mengajarkan humility, bahwa tak ada tempat untuk kesombongan spiritual.

Konon, Gus Azmi menciptakan sholawat ini dalam keadaan tertentu yang penuh hikmah. Beberapa sumber bilang ini lahir dari momen taubat beliau setelah melalui fase pencarian. Kalau diperhatikan, alunan nadanya saja sudah bikin merinding—seolah mengajak kita untuk ikut merenung. Ada satu bagian favoritku: 'Astaghfirullahal ladzi la ilaha illa huwa'—aku memohon ampun kepada Allah yang tiada tuhan selain Dia. Ini seperti reminder bahwa hanya Dia tempat bergantung, tempat mengadu, dan tempat kembali.

Secara tak langsung, sholawat ini juga ngajarin kita tentang konsep 'tazkiyatun nafs' atau penyucian jiwa. Dalam dunia yang hectic kayak sekarang, lirik sederhana semacam ini ibarat alarm rohani. Aku sering memutarnya saat lagi stress atau merasa jauh dari spiritualitas. Entah kenapa, ada semacam energy healing-nya—seperti ada yang merangkul jiwa dan bilang, 'Hey, Allah selalu terbuka buat menerima taubatmu.'

Terakhir, yang bikin sholawat Gus Azmi ini terus hidup adalah universalitas pesannya. Dari anak muda sampai kakek-nenek bisa nyambung. Bahkan temen-temenku yang jarang ngaji pun suka terharu pas dengerin. Mungkin karena kesederhanaan dan kejujurannya yang bikin siapapun merasa diwakili. Di tengah maraknya konten religius yang kadang terkesan 'wah', 'Astaghfirullah Robbal Baroya' justru mengingatkan bahwa spiritualitas itu soal ketulusan, bukan kemegahan.

I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status