Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hello, Real Life

Hello, Real Life

Ia berpikir jika Alicia lah yang tengah menakut-nakutinya karena musuh terbesarnya sekarang adalah Alicia sekarang ini. Letta sekarang berada di alamat yang diberikan oleh Alicia. Terlihat dari luar seperti rumah biasa pada umumnya. Pagar hitam dengan lampu depan berwarna putih, hanya saja pagarnya benar-benar tinggi. Letta berpikir jika isi di dalam rumah ini pasti besar. Alicia Sudah datang? Tunggu aku di situ. Letta Iya.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 151 Times as live in the present
Read
+Library
Live with the CEO

Live with the CEO

"Ini alasanmu? Mau menyiksaku?" "Ahh, bisa telat aku kalau bicara denganmu terus." Haris melirik jam tangan. "Jaga Freelist sampai aku pulang. Aku berencana mengakuisisi Freelist setelah kau punya tabungan pribadi untuk biaya hidup. Kau tidak selamanya tinggal dengan ayahku, bukan? Harus hengkang kapan saja." "Hengkang? Memang kau punya hak? Ayah menikahi ibuku. Rumah itu milik kami juga."
2.4K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as live in the present
Read
+Library
Petualangan di benua kekacauan

Petualangan di benua kekacauan

Ucap Ratna yang sedikit kecewa. "Hal-hal seperti itu sudah lama berlalu, aku pernah mendengar seseorang berkata seperti ini. Jika kamu depresi, maka kamu hidup di masa lalu. Jika kamu cemas, artinya kamu hidup dimasa depan. jika kamu bebas dan damai, artinya kamu hidup di saat ini." Balas Faisal. "Karena itu aku berusaha menjalani hidupku dengan bebas dan damai, karena aku hidup bukan di masa lalu ataupun masa depan. Tapi aku ini hidup di saat ini!" Tambahnya lagi.
8.37.0K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as live in the present
Read
+Library
Life or Not

Life or Not

Mereka yang mengabaikan hal tersebut dan hidup seperti tidak terjadi apa-apun sungguh luar biasa. “Sekarang tinggal menunggu saat yang tepat,” ucap orang yang sedang berada di gedung tersebut sambil meneguk wine dalam gelasnya. Begitu Brian sampai di lantai atas menara tersebut dia kemudian berjalan-jalan di bawah lantai kaca yang menunjukan pemandangan dari atas sana. Orang-orang yang berada di tempat itu mereka memunculkan berbagai reaksi. Namun itu semua tidak berlaku untuk Brian yang hanya dengan santai berjalan sambuil menikamti pemandangan tanpa sedikit pun rasa takut dalam dirinya. Melihat apa yang ada di seberang seakan pikirannya kemudian keluar begitu saja tanpa hambatan bahkan tek
104.1K viewsCompletedAdded to Library 116 Times as live in the present
Read
+Library
Merajut Asa

Merajut Asa

desak Jovita. Senyum kebapakan menghiasi mulut Thomas. "Ah ... inilah yang akan menjadi tujuan dari sesi kita. Aku tidak akan mencekokimu dengan berjuta nasihat, tapi kita akan pelan-pelan melakukannya. Langkah pertama adalah be present. Hadirlah dalam kehidupanmu yang sekarang. Hiduplah dalam realita, bukan di dunia imajiner, dan jangan biarkan pikiranmu selalu mengembara. Berapa banyak orang berbaju kuning yang kita temui sepanjang jalan?" Kening Jovita berkerut, mencoba mengingat hitungannya tadi. "Mmm ... lima," jawab Jovita tidak yakin.
1062.5K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as live in the present
Show Reviews (64)
Read
+Library
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Read All Reviews
Living With You

Living With You

Sungguh, ia merasa sangat bersalah karena insiden malam itu. "Marah-marah hanya akan membuat tenagaku cepat habis," ujar Naira lirih. Ada hal yang membuat Naira tidak tenang sejak tadi. Ia mengkhawatirkan kehidupannya setelah pulang dari rumah sakit ini. Ia tidak memiliki siapa-siapa lagi di dunia ini, dan sekarang ia sudah cacat. Bagaimana ia bisa mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya?
1.1K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as live in the present
Read
+Library
Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Jika Hidupmu Tinggal 72 Jam

Pria itu bangkit berdiri dan merapikan dasinya. "Kamu mungkin nggak hidup seperti putri, tapi kamu benar-benar jago pura-pura mati seperti putri. Kanker otak? Keren banget dramanya." "Mungkin kamu seharusnya jadi aktris." "Dengar aku baik-baik. Kamu punya waktu 24 jam. Kalau besok di jam yang sama aku belum melihat uang itu..." Ia melangkah lebih dekat ke arah Halida, suaranya rendah penuh ancaman.
8.0K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as live in the present
Read
+Library
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Aku tahu, apa pun yang datang, aku tidak perlu lagi berlari menemuinya. Aku menata ulang hidupku bukan dengan menghapus masa lalu, melainkan dengan menempatkannya di rak yang tepat. Aku memberi ruang untuk diriku yang sekarang—yang tidak tergesa, yang berani berhenti, yang tahu kapan melangkah. Sebelum tertidur, satu pikiran mengendap dengan lembut: Hidup tidak pernah meminta kita sempurna. Ia hanya meminta kita hadir.
10989 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as live in the present
Read
+Library
PRESENCE & TIME

PRESENCE & TIME

Aku tahu betul, apa arti kata sendiri. "Ya, kau benar. Aku tak pernah merasa sendiri. Semua orang memahamiku. Jadi, tidak ada kesempatan kesendirian itu akan datang dihidupku. Lagi pun, aku sangat bahagia, dari lahir sampai sekarang aku tak perlu merasa khawatir jika suatu hari diriku menderita, karena orang-orang selalu memperhatikanku."
102.6K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as live in the present
Read
+Library
The Present Of Love

The Present Of Love

’ Aksara hanya bisa bergumam dalam hati dulu. Meeting dengan klien pun berjalan kembali. Seila turut membantu Aksara menjelaskan beberapa hal pada klien tentang ide iklan yang mereka presentasi agar lebih meyakinkan. Lewat sudut matanya Aksara melihat Seila yang begitu tenang dan sangat percaya diri saat mempresentasikan. Ia tersenyum dan bernapas lega bahwa pacarnya ini tidak mengalami yang namanya insecure.
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 375 Times as live in the present
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status