When I Was Blind
Mungkin benar kata Mbah Uti, mataku sakit.
Aku mendengkus, bersamaan dengan menggelapnya pandangan, seperti biasanya lepas Mbah Uti bicara. Padahal Mbah Uti tidak memarahiku, malahan perhatiannya berlebih-lebih.
Dasarnya sewaktu kecil aku buta, tidak bisa melihat dunia seperti manusia normal—yang melihat langit gelap bertabur bintang seumpama permadani memikat, yang menafsirkan warna-warna bunga sebagai terapi ketenangan hati, yang merefleksikan gambar merah hati sebagai tanda cinta. Aku buta, entah sejak kapan dan kapan akan berakhir.
Bab Populer