MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
Kali ini lebih tegas, lebih berani, seolah energi kehadiran Chatrine ikut menyalakan bara dalam dirinya.
“Furniture di ruang publik, seperti lobby dan koridor harus memiliki elemen yang membuat tamu merasakan keakrabannya dengan budaya lokal. Misalnya sampaikan ide untuk area seni lokal, karya seni kontemporer Emirat, ruang kecil untuk pameran foto photography lokal, hal-hal yang menunjukkan bahwa sang pangeran peduli dengan akar warisan dan komunitas.” Chatrine mencondongkan tubuh ke depan, suaranya rendah.
“Jadi, Liam, wujudkan semua itu dalam karyamu. Buatlah agar ketika Syekh Hamdan melihat karyamu, dia melihat simbol yang membuatnya merasa itu adalah bagian dari ekspresi dirinya.”