Karma(penyesalan)
Tangannya yang berada di pundak Amira, sepanjag perjalanannya menuju pemakamab, seolah menguatkan Amira untuk tetap tidak berlebihan dalam menangisi sesuatu yang hilang.
" Kenapa aku harus menangis? bukannya seharusnya aku merasa senang? karena dengan meninggalnya Adinda, aku bisa berdua kembali dengan suamiku?" tiba- tiba pikiran jahat Amira menguasai alam bawah sadarnya. Antara sedih dan bahagia, melihat Adinda yang sudah terbenam ditanah, dan tak bisa lagi kembali untuk selamanya. Semua kenangan Adinda ikut terkubur bersama nya siang ini. Biar cerita yang pernah Adinda bawa, akan menjadi gurisan cerita yang akan Amira kenang selamanya.
Bab Populer