Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JODOHKU GURU GALAK

JODOHKU GURU GALAK

"Gue sadar gue salah. Gue minta maaf, Nadira. Gue minta maaf." Salsa menangis tersedu-sedu. Tangisannya begitu pilu hingga membuat Nadira terenyuh. "Sal ...." Nadira memegang tangan Salsa. "Gue juga minta maaf. Sebagai sahabat, gue seharusnya lebih peka sama keadaan lo. Gue selalu ngelihat lo ceria, jadi gue pikir lo baik-baik saja. Tapi ternyata gue salah."
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai love and sad
Baca
+Pustaka
Bukan Pernikahan impian

Bukan Pernikahan impian

“Aku cuma nggak mau kamu sakit, Saf. Aku khawatir banget sama kamu.” Air mataku menetes lagi, pelan dan diam-diam. Mungkin dia tak lihat. Atau mungkin dia pura-pura tak lihat. Tapi kurasa dia tahu. “Aku paham sama kesedihan kamu, dan aku juga nggak akan larang kamu buat berduka. Tapi, tolong jangan terlalu larut, ya?” Suaranya pelan, tapi menekan. “Allah nggak suka kalau hambanya terlalu larut dalam kesedihan, Sayang.”
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai love and sad
Baca
+Pustaka
SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

Setelah pekerjaannya selesai, Saga duduk termenung di depan markasnya, wajahnya dipenuhi gelisah. "Bos, apa yang mengganggumu?" tanya Jerry. Saga menghela nafas berat. "Damay masih terlihat murung dan sedih. Aku gak tahu harus menghiburnya dengan cara apa." "Kehilangan orang yang paling disayang memang seperti itu, Bos, sangat menyakitkan, hanya waktu yang bisa menyembuhkannya. Tapi mungkin Bos bisa mengajak Mbak Damay jalan-jalan, biar hatinya bisa sedikit terhibur?"
1071.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai love and sad
Baca
+Pustaka
I'm Sorry Laras

I'm Sorry Laras

“Sayang sekali, dia pergi dengan tragis.” Indira terdiam, kata-kata itu menghantamnya seperti petir di siang bolong. “Tidak… ini tidak mungkin…” gumamnya, suaranya gemetar sebelum akhirnya tangisnya pecah. “Ibu saya tidak mungkin meninggal!” Ia menangis meraung, meratapi nasib ibunya yang mengenaskan, tubuhnya limbung seolah dunia di sekitarnya runtuh. Air matanya mengalir tanpa henti, tangannya mencengkeram dada, mencoba menahan rasa sakit yang membakar hatinya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai love and sad
Baca
+Pustaka
Penyesalan Suami yang Terlambat

Penyesalan Suami yang Terlambat

Perasaan cintaku yang teramat besar pada Reina berbalik menjadi benci, dan rasa benciku pada Ainun kini berubah menjadi lautan rindu yang seakan tak bertepi. *** Sejak saat itu, hari demi hari kulalui dengan menanggung beban kesedihan tak berujung. Tak ada yang lebih menyakitkan dibandingkan harus menjalani hidup dengan sebuah penyesalan yang tak ada habisnya. Tak satu malam pun kulalui tanpa meratapi setiap hal buruk yang sudah aku lakukan pada Ainun dan juga Farhan. Aku ingin memohon pengampunan pada mereka, tapi tak bisa kulakukan karena mereka sudah tak ada lagi di sisiku.
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai love and sad
Baca
+Pustaka
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

Tangannya yang berada di pundak Amira, sepanjag perjalanannya menuju pemakamab, seolah menguatkan Amira untuk tetap tidak berlebihan dalam menangisi sesuatu yang hilang. " Kenapa aku harus menangis? bukannya seharusnya aku merasa senang? karena dengan meninggalnya Adinda, aku bisa berdua kembali dengan suamiku?" tiba- tiba pikiran jahat Amira menguasai alam bawah sadarnya. Antara sedih dan bahagia, melihat Adinda yang sudah terbenam ditanah, dan tak bisa lagi kembali untuk selamanya. Semua kenangan Adinda ikut terkubur bersama nya siang ini. Biar cerita yang pernah Adinda bawa, akan menjadi gurisan cerita yang akan Amira kenang selamanya.
1054.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai love and sad
Baca
+Pustaka
Suamiku Menyesal Menceraikanku

Suamiku Menyesal Menceraikanku

Larut dalam kesedihan yang mendalam. Kalau memang alasan dia menceraikanku karena penampilan ataupun karena aku lebih mengutamakan Ibu, aku menyesali itu. Aku mengaku salah. Seharian suamiku menjadi prioritas utamaku. Ibu juga salah saat memperkeruh suasana. Ah, tapi aku tidak mungkin menyalahkan Ibu. Itu akan melukai hatinya. Atau mungkin ini memang sudah takdir? Semakin aku memikirkannya, perasaan itu semakin dalam. Dan semakin aku mencoba melupakannya, semakin membuatku sakit. Hidupku seperti tidak ada artinya. Aku ingin dia menyesali perbuatannya. Aku ingin selalu berada didekatnya. Aku ingin dia melihat kebahagiaanku lepas darinya. Tapi, bagaimana caranya. Mungkin itu hanya akan menjadi
1035.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 879 kali sebagai love and sad
Baca
+Pustaka
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

Sorot matanya menggambarkan suatu kesedihan yang mendalam. Bergegas kupeluk tubuh perempuan yang telah menolongku ini. Kuelus punggungnya. "Ada apa, Bu? Ceritalah pada Syifa," ucapku pelan. Mendengar pertanyaanku, suara isakan tangis kembali terdengar. "Apa memang hidup Ibu sudah ditakdirkan kesepian?!" Kurenggangkan pelukanku. Pandangan kami saling bertemu. Tatapan perempuan yang saat ini ada di hadapanku terlihat begitu sayu.
9.480.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai love and sad
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Pemanis Aksara
ceritanya mantap Thor. oh iya izin promosi Thor. boleh mampir ke ceritaku, Kubalas Kesombongan Selingkuhanmu Lunas status tamat dan cerita Kain Basahan Basah di Kamar Mandi status on going. Terima kasih.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Penyesalan di akhir

Penyesalan di akhir

Kembali lagi kepada Febri yang sedang bersedih tadipun mulai di tenangkan oleh Santi. Santi : " yang sabar yah feb, udah kamu jangan sedih lagi aku gabakalan kek gitu ko tenang aja yah". (Santi menenangkan Febri sambil memeluknya) Febri : " Iyah san makasih yah ".
9.53.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai love and sad
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status