EUFORIA
“Kenapa lo cuma diem, Carissa? Gue nggak percaya kalau perasaan bisa dibilang ilusi. Gue bener-bener mencintai lo! Gue bener-bener memiliki perasaan sayang ke lo!”
Carissa mengangguk. “Benar, Adrian. Kamu mencintai saya. Tapi, saya juga setuju dengan apa yang Elaine katakan.
Perasaan yang kamu percaya bisa saja menjadi sebuah ilusi. Namun, bisa juga bukan. Sekarang, semua tergantung kamu, Adrian. Saya serahkan semuanya padamu.”
Perlahan-lahan, Carissa menyapu air mata yang telah cukup mengering di wajahnya. Diembuskannya napas panjang, lalu kembali menatap diriku.
ตอนยอดนิยม