Love by Choice
Sekarang, Gia merasa nyawanya berada dalam bahaya.
'Pria tua ini emosinya lagi labil kayak kucing oren barusan ngelahirin, disenggol dikit langsung mau nyakar. Ini kalau gue salah ngomong, Om Restu bisa nabrakin mobil ke tiang listrik. Ya Allah, gue belum mau mati muda. Gue belum nikah ini. Yang ngajakin nikah baru duda beranak satu, yang bawelnya ngalahin emak-emak di akhir bulan. Masa gue nggak ada harapan punya suami tampan, kaya, dan romantis kayak di novel-novel, sih?' gerutu Gia dalam hati. Jemarinya sibuk memainkan ujung kuku, mencoba menghalau semua pikiran buruk yang terus muncul.
Bab Populer