Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Purnama

Purnama

ucap Alice seraya tersenyum menggoda. "Purnama." Purnama melihat tampilan Alice yang sangat modis, gaun selutut tanpa lengan berwarna peach sangat cocok untuk kulitnya dan riasan wajah natural menambah kecantikannya. Bintang dan Alice asik berbicara bahkan terkadang mereka tertawa, Purnama merasa tidak dianggap. Ia kemudian sedikit mundur dan duduk di kursi tak jauh dari Bintang.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as lucent dreaming
Read
+Library
Para Pencari Kunci

Para Pencari Kunci

Lampu temaram dari bangunan lain di luar sana merayap merayap masuk dan membuat jalur-jalur sinar di lorong gelap. Jendela buram yang mengisi kiri tembok memantulkan cahaya putih seram. Dengung mesin pendingin dari langit-langit lorong seakan ingin menuntut pertanggungan jawab kami atas tertumpahnya darah. Aku memimpin dengan langkah menyelinap. Sesekali, pandanganku berpaling ke jendela yang rupanya percuma dipandang karena buram—bagai tertutup kabut.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as lucent dreaming
Read
+Library
Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai

Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai

Kain satin putih gading itu jatuh lembut hingga lantai, menciptakan bayangan keemasan setiap kali cahaya lampu memantul. “Cantik sekali,” gumam Lydia lirih. “Aku bahkan lupa caranya bernapas.” Althea tertawa kecil. “Kau yang bilang jangan menangis, tapi suaramu malah terdengar parau.” “Aku tidak menangis,” Lydia menyangkal cepat, meski matanya sudah berkaca.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 169 Times as lucent dreaming
Read
+Library
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Dari posisinya di puncak tebing, Duan Wuya dapat melihat seluruh lembah, dapat melihat barisan dua ratus prajurit yang bergerak dalam formasi yang sudah dilatih berulang kali, dapat melihat Liu Tianming di depan, di atas kuda hitamnya, dengan Tombak Naga Hitam di tangan yang tidak memantulkan cahaya obor, tombak yang menyerap cahaya, tombak yang, seperti tuannya, tampak hidup dengan cara yang salah. Ada sesuatu yang berbeda pada cara Liu Tianming duduk di atas kudanya malam itu. Bukan tegang seperti biasanya, bukan pula waspada seperti biasanya, melainkan tenang, tenang dengan cara yang hanya dimiliki seseorang yang sudah menunggu sesuatu selama bertahun-tahun dan akhirnya melihat penantian
10382 viewsOngoingAdded to Library 8 Times as lucent dreaming
Read
+Library
Bayangan Kelam

Bayangan Kelam

Suasana di dalam begitu sunyi, hanya suara langkah kaki Anisa yang bergema di sepanjang lorong. Di tengah ruangan, ia melihat meja kayu panjang dengan beberapa kursi yang tampak usang. Di sudut ruangan, cahaya remang-remang dari lampu gantung yang berayun pelan, menambah kesan misterius tempat ini. Anisa merasa bulu kuduknya meremang, tapi ia tahu bahwa di sini, ia mungkin bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaannya.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as lucent dreaming
Read
+Library
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Ia pun terus menciumi kening wanita itu hingga ia tenang. Masyitah pun terdiam, ruangan menjadi sangat hening, hingga detak jarum jam dinding terdengar jelas seirama dengan detak jantung mereka. Seekor cicak tampak terdiam di dinding, seorah-olah sedang mengawasi sepasang suami istri yang kacau.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as lucent dreaming
Read
+Library
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Malam itu jalanan mulai dipenuhi lampu-lampu neon. Wisma kembali ramai. Musik dangdut samar terdengar dari kafe sebelah, bercampur dengan suara kendaraan yang lalu-lalang. Ratri berdiri di sudut jalan dengan gaun merah menyala yang menempel di tubuhnya. Ia menghela napas panjang, mencoba menata hati. Senyumnya kembali terlukis, meski dalam hatinya ada hampa yang tak bisa ia sembuhkan.
622 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as lucent dreaming
Read
+Library
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

POV RAY Angin malam bertiup cukup kencang, hawa dingin mulai menyusup ke pori-pori kulitku. Alex terlihat tenang, sedikit pun tak terpengaruh dengan keadaan sekitar. Dia begitu memperhatikan setiap detail dari ceritaku tentang sekte Dark Lantern. Tak lupa aku juga menceritakan bagaimana kejadian saat aku di hadang oleh orang-orang Dark Latern atau yang mereka akui sebagai agen SDI hingga terpaksa mereka aku membekukan dan menghancurkannya berkeping-keping. Aku melihat ada senyum puas dari wajah Alex.
1016.5K viewsCompletedAdded to Library 512 Times as lucent dreaming
Show Reviews (42)
Read
+Library
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Read All Reviews
Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Kehidupan Ketiga Sang Villainess

Ia menghela napas panjang sembari merasakan energi Aether mengalir deras di nadinya yang menyatu dengan getaran dari kalung Jantung Nocturnia. "Kalian bicara tentang kegelapan seolah kalian pemiliknya," bisik Aurelia. Ia merentangkan kedua tangannya ke samping. "Mari kutunjukkan pada kalian, apa yang terjadi jika cahaya tidak lagi memberikan pengampunan." "Seni Everlight: Hujan Mawar Obsidian!"
1.3K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as lucent dreaming
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status