Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
100 Tugas Kesatria Pemburu Naga

100 Tugas Kesatria Pemburu Naga

Luke terus mengamati telapak tangannya. Sejak menggunakan kekuatan yang dibelinya dari Reddious, muncul luka berbentuk api. Tiap kali menggenggam benda cair, tangannya terasa perih. "Apa memang tidak boleh terkena air ya? Lalu bagaimana caranya aku mandi?" gumam Luke. Muncul ide di kepala Luke. Secepat mungkin ia mengambil handuk kecil dan melilitkannya di telapak tangan. Kegiatannya terhenti saat pintu kamarnya diketuk berulang kali.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
Suddenly We Got Married (Series 4)

Suddenly We Got Married (Series 4)

“Pakein perbannya. Kamu meluk aku terus, bisa-bisa aku telat sekolak, Kak.” Benar-benar bikin tepok jidat, kan. Dirinya lagi bicara serius, tiba-tiba malah bahas perban. Padahal kenyataannya justru dia yang sedang memeluknya. Jadilah keduanya kembali menuju pinggiran tempat tidur dan duduk di sana untuk melanjutkan mengganti perban di tangan Karel. “Kak, pelan-pelan bisa nggak, sih,” rengek karel. “Kamu sengaja gerakin jariku terus. Ini masih sakit tahu nggak.”
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

Pembalasan Dendam Sang Pangeran Mahkota

“…dan aku tidak mau itu terjadi lagi.” Sunyi. Namun kali ini… sunyi yang berbeda. Audina perlahan mengangkat tangannya yang tidak terlalu parah. Menarik sedikit perban di sisi lengannya. Pelayan terkejut. “Nona, jangan...” “Aku bisa,” potong Audina pelan. Tangannya gemetar sedikit. Namun ia tetap melanjutkan. Mengikat ulang perban itu.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti Duke Dillard

Pengantin Pengganti Duke Dillard

"Hanya goresan kecil. Dari pertempuran di perbatasan. Tidak apa-apa." "Tidak apa-apa? Kau berdarah!" Aku ambil tangannya. Dorong lengan kemeja ke atas dengan hati-hati. Luka sayatan panjang di lengan atas. Dalam. Sudah dibersihkan tapi tidak diperban dengan benar. "Ini butuh perawatan yang tepat. Bisa infeksi kalau dibiarkan." "Juliet—"
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN

AKIBAT SUMPAH AL-QUR'AN

Luka di bagian lututnya sulit mengering, tapi setidaknya ia sudah bisa berjalan tanpa perlu dipapah. Tak lama kemudian ia kembali dengan membawa kapas. Aku memejamkan mata ketika Mas Bahri mulai membersihkan darah di tangan. Sesekali aku memekik ketika rasa perih menjalar karena gesekan kapas itu.
1054.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

Lengan kanannya dibungkus perban medis berlapis-lapis yang sangat tebal, kaku, dan disangga oleh arm sling di atas bantal khusus. ​Detik itu juga, sebuah insting di otaknya menyuruh tangan itu untuk bergerak. Kayra mencoba mengangkat lengannya, tetapi tidak bergerak. ​Jantung Kayra berdesir aneh. Ia menarik napas dalam, lalu mencoba menyalurkan seluruh sisa tenaganya hanya untuk menggerakkan ujung-ujung jari tangan kanannya. Hanya gerakan kecil, sebuah jentikan jari yang biasanya sangat mudah ia lakukan.
9.9139.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.6K kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
Suntik Aku, Mas Dokter!

Suntik Aku, Mas Dokter!

Detik berikutnya, dia mulai membalut luka di tangan Adrian menggunakan perban tersebut secara melingkar. "Maaf... aku nggak bermaksud," bisik Amara sambil mengikat ujung perban dengan hati-hati. "Janji... mulai sekarang cuma ada kamu kalau kita lagi bareng. Nah, udah selesai. Coba gerakin jari kamu pelan-pelan... kekencengan nggak?"
10106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
Berbagi Luka

Berbagi Luka

Tapi, kalau begitu, bagaimana hanya pada bagian itu yang merah? "Sakit gak?" Jari Leon bergerak untuk menyentuh kemerahan di tangan Sara. Seketika, rasa panas dan perih menyetrum seluruh bagian bulan lonjong besar itu. "Akh!" pekik Sara spontan. Sara hampir menarik tangannya menjauh dari Leon, tetapi tangan Leon menahannya. "Sunburn, kulit lo kena sunburn," ujar Leon. Mendengarnya, Sara tak banyak memberi respon. Dirinya hanya diam memandangi Leon yang kini tengah membuka sebuah salep, yang tadi sempat dibawanya.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
Pelampiasan Pria Angkuh

Pelampiasan Pria Angkuh

"Eh... nggak apa-apa, Pak. Kena pisau pas motong lemon tadi." "Bohong," kata Reno pelan. Vianca terkejut. "Perban itu baru. Dan posisinya di telapak tangan," kata Reno. "Kena pisau biasanya di jari. Bukan di telapak." Vianca menunduk. Ia meremas ujung celemeknya. "Beneran, Pak. Nggak apa-apa. Saya bisa kerja." Reno tidak bertanya lagi. Ia hanya menatap Vianca lama.
1010.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

seru Arlando baru ke luar dari walk in closet. "Tidak usah diganti! Ini tidak terkena air kok!" jawab Qeiza. "Masih bersih!" "Harus diganti! Kita tidak tahu, perban itu higienis atau tidak. Cepatlah! Tidak usah pakai acara bantah membantah segala!" "Aku tidak mau ganti perban!" Qeiza masih bisa merasakan betapa sakit dan perih sewaktu lututnya lagi diobati oleh Dokter Regan.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai luka perban di tangan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status