Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti
Di tengah ruangan, di atas meja stainless yang sudah sangat steril, terbaring seorang mayat.
Pria, usia empat puluhan berdasarkan perkiraan visual. Tapi wajah dan tubuhnya sudah sangat berbeda dari apa yang seharusnya dimiliki seseorang di usia itu, karena di setiap permukaannya, memar berbentuk mawar sudah mekar penuh. Di leher, di kedua lengan, di dada, di wajah. Gradasi merah ke biru tua yang presisinya tidak masuk akal untuk sesuatu yang seharusnya terbentuk dari proses biologis.
Dari sudut pandang estetika murni, ada sesuatu yang hampir indah dari pola itu. Seperti karya seni yang dipaksakan ke tempat yang tidak seharusnya.
Hot Chapters