Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir
Mangkuknya terbuat dari kayu, buburnya tidak ada daging, hanya beberapa butir nasi, beberapa sayuran liar yang tidak diketahui, dan beberapa kacang kekuningan, dengan kilau minyak samar mengambang di atasnya.
Tetapi setelah ia mengambilnya dan menyesapnya, aroma samar yang jernih itu langsung masuk ke lubang hidungnya. Bubur panas itu meluncur menuruni tenggorokannya, dan kehangatan yang telah lama hilang muncul di perutnya, namun ia hampir tidak bisa menahan diri untuk tidak menelan dengan keras.
Ia menundukkan kepalanya, sendok demi sendok meminum bubur bening yang tidak begitu lezat itu, tetapi air mata mengalir di pipinya, satu per satu, jatuh ke dalam mangkuk.
Chapitres populaires