SUAMI BERSAMA
“Kamu tahu Mas, semakin kamu banyak bicara semakin jelas menunjukkan apa yang sebenarnya lebih penting untukmu. Di hati dan pikiran kamu hanya ada satu hal, uang, uang dan uang sampai kamu rela berkorban segalanya. Masih tidak sadarkah apa saja yang sudah kamu korbankan demi uang?!”
Aku berhenti bicara sebentar, aku tidak lagi bicara berapi-api, aku merasa tenggorokanku kering sekali, mataku sakit karena tidak berhenti menangis. Aku terdiam beberapa saat mencoba mengendalikan diriku sendiri, aku tidak mau menagis lagi, mataku sudah lelah, aku sudah lelah.
Hot Chapters