Suami Adikku Memuja Rahimku
Kami terdiam sejenak, hanya ditemani suara jangkrik dan langit yang berubah menjadi gradasi ungu dan emas.
“Kadang aku berpikir,” suara Mahesa memecah keheningan, nadanya lebih berat. “Apakah hidup akan lebih mudah jika aku lahir di keluarga biasa? Di mana makan rengginang bukan sebuah pelanggaran, dan di mana menikahi seseorang bukan bagian dari transaksi bisnis.”
"Esa, Bunda selalu bilang di dunia ini nggak ada yang namanya kebetulan," aku menatapnya lembut. "Tuhan membiarkanmu lahir di keluarga Dinata pasti ada tujuan dan peran tersendiri."