Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ranjang Perkawinan

Ranjang Perkawinan

Di usianya yang 4 tahun, sedikit demi sedikit Raka belajar mandiri semenjak Bening tak ada di sisinya. "Oma.. Raka lapar." "Ya, makan. Di meja ada makanan." Sahut Marni tak acuh. Raka manut dan menuju meja makan. Tapi sarapan disana hanya ada nasi goreng yang pedas. Raka tak suka itu. "Oma.. nasi gorengnya pedas. Raka mau makan telur goreng aja." "Ah, kamu ini nyusahin aja!" Bentak Marni kesal. "Makan aja apa yang ada. Jangan milih-milih."
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT

DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT

ucapku menyalami tangan Bu Badru yang orangnya masih melongo kayak kesambet setan. “Permisi ya, Bu Badru. Saya lagi buru-buru mau masak. Udah waktunya makan siang ini. Dadaah!” Aku melambaikan tangan pada Bu Badru yang masih melongo. Lalu, menyembunyikan gamis hasil ngutang itu ke balik baju. Semoga saja nggak ada yang lihat. **
9.9245.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
GARA GARA G-STRING

GARA GARA G-STRING

Yang membuat mereka sampai geli dan masih terpingkal-pingkal. "Makanya kita kaum Adam. Harus percaya diri kayak saya. Masiyo elek, ireng, wes tuek, tapi garai kangen ... yeeee!" (Masiyo elek = Walaupun jelek, ireng = hitam, wes tuwek = sudah tua, garai kangen = membuat kangen) Di lain tempat. Ana bersorak riang. Begitu melihat Joko yang malu-malu bersembunyi di balik tubuh Sitompul.
1030.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 895 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Makin Tua Makin Cinta

Makin Tua Makin Cinta

“Hahahaha…. Anjing… bener lagi lo.” Setelah wine, sekarang anggur yang ganti mengalir membasahi tenggorokan Arya. “Ah…. Agak aneh ya rasanya abis wine terus anggur.” “Alah…. Gaya lo. Hahaha…” “Hahahaha….”Arya menyusul tertawa. Tangannya merogoh saku celana, ia berusaha mengusir rasa aneh di mulutnya dengan menyulut rokok. “Eh ngomong-ngomong soal keluarga lo, gimana kabar mereka? Baik-baik kan?”
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Kakakku Yang Berengsek

Kakakku Yang Berengsek

seru Meki dengan nada memperingati. "Ck! Iya kali gue bakalan rombak pemakamannya nanti! Ya kali punya perusahaan di mana-mana. Punya dollar bertebaran, tapi enggak digunain buat beli pemakaman yang mahal?! Kalau perlu, nisannya nanti terbuat dari emas dan baja, biar banyak yang maling!" seru Anggara, lalu tersenyum santai. "Anggara! Ini papa kamu! Kamu jangan pernah bahas seperti itu di depan papa kamu!" seru Meki.
9.77.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Pengantin Pengganti

Ranjang Panas Pengantin Pengganti

Dia hanya beberapa kali melirik atau tak sengaja melihat dengan ekor matanya. "Ayo… aku sudah lapar," rengek Valerie sambil menggoyang-goyangkan lengan Maverick agar pria itu cepat bangkit. "Berikan aku satu ciuman dulu, baru kita sarapan," goda Maverick dengan senyuman jahilnya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Sekarang Giliranku

Sekarang Giliranku

Aku menyipitkan mata dan menggeleng pelan. “Tadi Pak RW sudah ngumumin buat semua warga berbaris di sini. Katanya mau ada orang kaya yang bagi-bagi makanan dan uang,” jelasnya dengan antusias. Aku bergumam dalam hati, “Uang? Makanan? Wah, kalau iya, lumayan juga nih. Bisa berhemat dan makan gratis.” “Ikut, yuk! Antri aja di belakangku,” ajak Bu Romlah, membuyarkan lamunanku. Dengan cepat aku mengangguk pelan dan mengekorinya dari belakang.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 735 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Sang CEO

Istri Rahasia Sang CEO

Semakin dekat ke ujung gang, suara pasar malam semakin ramai. Lampu warna-warni menyala terang. Aroma makanan langsung menyambut mereka. Jagung bakar. Sate ayam. Gorengan panas. Kamila menarik napas pelan. “Baunya…” Arsen tersenyum. “Enak?” Kamila mengangguk. Lapangan kecil itu penuh dengan tenda sederhana. Ada komidi putar kecil dengan kuda-kuda plastik.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Bukan Sebab Cinta Ditolak

Bukan Sebab Cinta Ditolak

Ardi mulai memainkan gasing sambil melafalkan mantra ritual; "Indak janjang Mak kayu dikapiang, asakan dapek urang dicinto. Tolong Tangkurak! namonyo gasiang, namuah disuruh Jo disarayo. Gasiang batali si kain kafan, di Patang kamih malam juma'aik. Gasiang Tangkurak nan den mainkan, putuihnyo gasiang putuih makrifat. Lah manggabubu asok kumayan, urang didunia banyak kiramaiak.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

"Ini untuk pak Galuh. Ternyata Kevin tadi sudah membelikannya untuk kita." Jonathan mengambil mangkuk itu sebab Galuh sedang fokus menyetir, lalu terdengar ucapan terimakasih dari Galuh. Mawar membuka mangkuk miliknya. Irisan daging sapi, balado kentang dan tumis kangkung yang pertama kali terlihat oleh matanya. Perlahan dia menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. Dirasa enak, senyum Mawar terbit kembali lalu dia menelan makanan itu dengan senang hati.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai mak garang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status