Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku

Sahabat Mendiang Suamiku Menginginkanku

“Semuanya terserah padamu. Melayani aku malam ini, atau pergi dari sini sambil menunggu kehancuran pria barumu.” ‘Aku tidak akan membuatmu berjuang sendirian lagi.’ Kalimat Lucien kini sudah saling bertabrakan dengan ancaman Matteo. Tanpa sadar, Helena menggeleng. Dia bersimpuh tepat di bawah kaki Matteo. Bukan karena kalah, tapi karena menyadari betapa bodohnya dia selama ini karena memilih hidup bersama dengan pria busuk itu. “Bagus, kamu masih tahu apa yang harus kamu lakukan,” katanya.
10572 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
JANGAN AJARI AKU KATA SABAR!

JANGAN AJARI AKU KATA SABAR!

Jangan Ajari Aku Kata Sabar! (53) "Diska meninggal dunia. Kami ingin memakamkannya hari ini juga." "Oh, silakan. Maaf, saya tak lagi mengenal keluarga mereka. Anggaplah kami ini bukan siapa-siapa mereka lagi, Aya."
1027.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 959 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
SUAMI YANG DIHINA KELUARGAKU

SUAMI YANG DIHINA KELUARGAKU

Aku benar-benar rapuh. "Semua makhluk yang bernyawa pasti akan mengalami mati. Kita hanya menunggu giliran. Berdoalah, semoga kita dapat berkumpul di surga bersama Ayah lagi," lanjutnya. Ya, kalimat itu benar. Hidup terus berjalan. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Setiap ada pasti akan tiada. "Bang, tolong urus segala sesuatunya untuk pemakaman," ucapku mencoba setegar karang di lautan.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
mungkin esok aku mati

mungkin esok aku mati

Sampai detik ini, penyesalan itu tetap menghantuiku. Setelah melewati berbagai ucapan belasungkawa, aku akhirnya berdiri di depan peti mati Sandy. Peti mati yang indah berwarna biru langit, seperti warna kesukaannya. Aku mendekat, menatap wajahnya untuk terakhir kalinya. Sandy tampak tampan, mengenakan setelan jas biru muda yang semakin membuatnya terlihat menawan. "Sandy, maafin kakak," bisikku sambil memeluk peti matinya. "Kakak sayang Sandy. Sandy yang tenang ya di surga."
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Setelah berjuang keras, dia baru bisa kabur. Ketika mendengar aku hilang, kakek terkena serangan jantung dan meninggal di tempat. Ibu membawa Jason ke rumah sakit untuk berobat dan terus memarahiku. Dia berharap aku mati saja di luar. Namun, ibu tidak tahu bahwa hidupku jauh lebih menderita daripada mati. Trip perpisahan yang Jason maksud itu katanya ada seorang gadis yang bisa diajak bermain sepuasnya.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

- 7 Sumpah - Sampaiku mati ku ingin Bersama denganmu Ijinkanlah ku mencari kesungguhan Tuk buktikan kamu ada di hidupku. ---------------------------- Jangan lupa like komen dan kasih ulasan kalian ya geng's. Salam sayang Az Zidan ❤️.
9.96.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Kuharap Kamu Tak Selamat Hari Itu

Dan semua orang di timku adalah teman Andre, tak seorang pun membelaku. Aku hanya bisa menahan air mata dan pulang, mengirim pesan untuk menanyakan alasannya. Aku masih ingat kata-kata dinginnya hari itu. Dia berkata, “Tidak perlu berdebat dengan orang seperti mereka.” “Kita mengalahkan mereka, jadi mereka hanya ingin mencari alasan untuk mengejek kita. Anggap saja kamu tidak mendengar mereka.” “Pas sekali, kamu tinggal lepas alat bantu dengarmu, jadi kamu tidak bisa mendengar lagi.”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Dengan suara derit, panas yang menyesakkan, disertai bau lembap dan jamur tercium. Kamar itu masih rapi seperti saat aku meninggal, kecuali meja dan meja tamu yang sedikit berantakan. Putraku yang memberantakannya beberapa hari setelah aku meninggal. Di sudut dalam ruang tamu, tergambar dua sosok dengan kapur putih, satu besar dan satu kecil. Yang besar adalah aku, yang kecil adalah putraku. Aku pingsan di kamar tidurku setelah keluar dari kamar mandi, sedangkan putraku terbaring diam di pelukanku dan meninggal.
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 669 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Kamu Hanya Beban, Mati Saja

Kamu Hanya Beban, Mati Saja

Aku akan kasih hidupku sebagai gantinya. Pesan terkirim. Aku menatap layar yang menyala, setiap detik terasa seperti pisau algojo yang turun perlahan. BZZZ. HP-ku bergetar. Aku buka itu seperti raih tali penyelamat, hanya untuk membeku oleh kata-kata di layar: [Kamu beban. Pergi mati saja.]
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
AIB YANG TERUNGKAP DI HARI PEMAKAMAN SUAMIKU

AIB YANG TERUNGKAP DI HARI PEMAKAMAN SUAMIKU

Kuantar keluarga mertuaku itu melewati pintu kaca, kupastikan mereka naik ke atas mobil dan beranjak sebelum aku benar benar masuk ke dalam kedaiku. "Bismillah, semoga kejadian hari ini adalah awal baru bagi kami semua." Aku kembali masuk ke dalam ruko dan membereskan pekerjaan yang tertinggal. * Jumat pagi, angin berembus sejuk ketika kami sekeluarga sampai di gerbang utama pemakaman umum terbesar di kota kami. Ya, kami datang untuk mengunjungi orang yang paling kami cintai, Mas Har.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status