Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selena (Shirea book 2)

Selena (Shirea book 2)

'Akan datang hari dimana kau akan mati di tangan Azura! Kalimat itu masih melekat kuat dalam kepalaku meski suaranya sudah tak ada. Lucia mungkin—sudah mengembuskan napas terakhirnya dengan menyedihkan. "A-Azura, bu-bunuh aku—sekarang juga," lirihku sedih dengan satu tetes air mata yang mengalir dan kesadaranku semakin memudar perlahan. Azura semakin erat mendekapku dalam perjalanannya. "Jika suatu hari nanti itu benar-benar terjadi, mari kita mati bersama," balasnya berbisik. _______To be Continued_______
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Surat Dari Venus

Surat Dari Venus

The ache I feel inside Is where the life has left your eyes I'm alone for our last goodbye But you're free I remember you like yesterday, yesterday I still can't believe you're gone Ran, Kinan, Sunny dan keluarganya pun masuk ke dalam ruangan khusus untuk keluarga. Disana terdapat kaca ukuran 3x2 meter yang tembus pandang langsung ke ruangan kremasi. I remember you like yesterday, yesterday I still can't believe you're gone
9.95.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Setelah Kematianku, Keempat Targetku Menggila

Setelah Kematianku, Keempat Targetku Menggila

Setelah tiga target penaklukanku gagal, aku memilih bertunangan dengan Nadia Wijaya, putri Keluarga Wijaya yang lumpuh. Aku sampai menukar seluruh poin yang aku miliki demi membuatnya bisa berdiri kembali. Akan tetapi, hal pertama yang dia lakukan setelah pulih adalah membatalkan pertunangannya denganku dan menggelar pernikahan mewah di tepi laut bersama Raka Mahendra. Di tengah pesta pernikahan, empat target penaklukanku menatap Raka dengan penuh kelembutan. Di saat itu juga, aku tiba-tiba ingin pulang. Jadi, aku berbalik dan langsung melompat ke laut. Saat aku jatuh ke dalam lautan, empat sosok justru serentak menerjang ke arahku dengan wajah dipenuhi penyesalan dan ketakutan.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
MATE

MATE

Menyedihkan Sekali! Aku tersenyum, mentertawakan diriku sendiri. Aku adalah gadis yang sangat menyedihkan. Tentu saja kematian adalah hal yang pantas untuk kudapatkan. Mungkin ini adalah hukumanku karena sudah membuat semua keluargaku terbunuh malam itu. Aku pantas mendapatkan semua ini. Inikah yang namanya kematian? Ya, mungkin ini memang sudah saatnya aku mati. Kurasakan kepalaku yang semakin terasa berat dan kesadaranku perlahan mulai menghilang. ***
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Setelah Mati, Aku Kembali Sebagai Mata-Mata Suamiku

Setelah Mati, Aku Kembali Sebagai Mata-Mata Suamiku

Meremas tangannya yang dingin. Alex yang sejak awal diam langsung menyahuti datar, “Dan kabarnya, Sierra Morvessac mati di pinggir sungai. Keguguran di malam natal. Yah, wanita yang merugi. Siapa suruh selingkuh dengan tukang kebun rumah?” Sierra mengepalkan tangannya lebih keras hingga buku-buku jarinya memutih. “Oke, lanjutkan,” kata Sierra dengan senyum tiba-tiba.
310 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Setiap tetes adalah cerita yang tak terucapkan, sebuah perpisahan yang abadi dalam lautan hitam yang menyimpan sejuta rahasia kematian. Ian berdiri tegak, matanya menyala dengan tekad yang tak tergoyahkan. “Semua makhluk pasti takut akan kematian,” ujarnya dengan suara yang menggema, mengisi keheningan Death Zone. “Dan aku yakin, kamu juga termasuk di dalamnya, Kenzaki Kuro!” serunya, suaranya memotong keheningan seperti pedang.
1043.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Nikahi Aku atau Aku Mati

Nikahi Aku atau Aku Mati

“Pulang yuk, Nak. Jangan tinggalkan Ibu sendiri. Ibu cuma punya kamu. Kalau kamu pergi, Ibu cepat mati.” Ucapan Bu Diana sontak menciptakan suasana sedih. Bu Harsono dan Tante Ayu sudah bergabung dengan Pak Johan yang merasa terenyuh dengan pemandangan di depan mata. Nirmala yang memiliki trauma dengan sosok Bu Diana berperang dalam batin, apakah ia bersembunyi atau akan mendekat seperti sang bapak dan Bude Jati yang tiba-tiba muncul dari arah samping rumah.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

Kadang 'ku masih tak percaya Kau pergi dan tak akan kembali Bayangmu masih selalu menghantui Seakan kau nyata dalam khayalku Selamat tinggal, kekasih Damailah dalam tidurmu Biarkan kisah kita menjadi kenangan Di sini aku sendiri tanpa hadirmu lagi Mencoba bertahan mengenang dirimu [ Mengenangmu, Caramel ] Selesai [Djogja: 14 Apri 2022]
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

Rosie dan Jazlan semakin merasa bersalah mendengarnya. “Sebelum akhirnya, temanku itu meninggal.” Suasana hening sejenak. “Kalian tahu? Sampai meninggal, temanku itu sering sekali berteriak ketakutan. Selayaknya menyuruh mahluk tertentu menjauh darinya”. Semua diam, tidak ada seorang pun yang berani menanggapi kalimat Tegar barusan.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Jenazah Suamiku

Jenazah Suamiku

Kalau aku meninggal nanti, aku maunya dimakamkan di samping Bang Wawan saja, akan kubooking dulu lokasi ini biar nggak diambil keluarga lainnya. Kuhela napas panjang dan mulai membaca Surah Al-Fatiha, Surah-Surah pendek lalu Surat Yasin yang kutujukan untuk alhamrhum suamiku, yang meski sudah tiada namun terasa tetap hidup di hati ini. "Bang ... Aku kangen kamu .... " ujarku dengan menutup mulut, air mata semakin deras saja mengalir. Entah kenapa, aku masih belum bisa menahan air mata ini jika ziarah ke makam almarhum Bang Wawan. Sesungguhnya aku memang sudah ikhlas, tapi kesedihan ini masih belum bisa kukendalikan.
9.9261.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.3K kali sebagai maka di hari kematianku kawan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status