Dua Sisi
ucap Ameera dengan nada tinggi.
“Ndak nafsu makan karena Ndak cocok sama lauknya, berbeda dengan Ndak nafsu makan karena sakit, Ra!”
Ameera diam. Sepertinya sang teman dapat mengerti perasaannya. Gadis kota itu melirik ke arah piring. Dilihatnya sesuatu yang berbeda berada di sana. Ameera mendekat ke meja, lalu meraih piringnya. Tak ada sayur terung di sana. Hanya ada nasi yang disiram kuah santan, sementara di atas nasinya ada sebutir telur goreng mata sapi. Ameera sudah tak mampu lagi menahan rasa laparnya. Ia segera menyantap makanannya.
Hot Chapters