Tiba-Tiba Dimadu
"Yah, aku emang sudah pindah. Aku senang telah memilih mundur dari semua hubungan ini agar kalian bisa bersama dan bahagia."
Menangkap nada sindiran dari balik ucapannya itu. Tapi aku tidak mau menanggapinya lebih serius hanya kusunggingkan senyum tipis, lalu menggumam pelan,
"Kebahagiaan bisa diciptakan sendiri Angel, tanpa harus mengganggu atau merusak kebahagiaan orang lain. Aku Bahagia menjadi diri sendiri dan hidup mandiri."
"Rewardnya, atas kesabaranmu apa yang hilang akan kembali lagi, sedangkan aku semakin terpuruk sedih seperti ini," keluhnya sambil mengemasi buah ke dalam kantong lalu menuju meja kasir untuk membayar.
Hot Chapters