KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
Melihat isyarat dari Mas Arlan, aku pun menjawab dengan isyarat pula, mengangkat kedua bahu seraya tidak tahu juga apa yang kira-kira dilakukan oleh Mama Desti di sebrang sana.
"Halo, iya Arlan, maaf tadi ada Dila datang. Kalau begitu, Mama aja yang kirim ke rumah baru kamu ya, biar tahu juga rumah anak Mama di mana," kata mama mertuaku sontak membuatku terkejut. Ada angin apa ia mau nganterin ke sini? Bukan buruk sangka, tapi dibalik ini semua pasti ada maunya. Aku tidak senang sama sekali saat mertua jahatku ingin berkunjung ke sini, justru malah ingin langsung menolak saja.