Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Kakiku lemas, tetapi aku hanya bisa menggertakkan gigi dan menjepitnya kuat-kuat. Karena aku tidak memakai apa pun di balik mantel ini, sekali saja aku lengah, alat itu bisa saja merosot keluar. Eskalator terus bergerak turun, aku masih di tempat yang tinggi. Dengan tinggi badan seratus enam puluh delapan sentimeter, aku bisa dengan jelas melihat puncak kepala orang-orang di eskalator yang naik di sebelahku. Ada yang memakai headphone, ada yang asyik dengan ponsel, ada pula yang sedang menelepon.
3.2K viewsCompletedAdded to Library 87 Times as mall escalator
Read
+Library
Kau Madu Aku Kuselingkuhi Dirimu

Kau Madu Aku Kuselingkuhi Dirimu

Akhirnya, keempat orang dewasa itu memutuskan untuk turun ke lantai dasar melalui eskalator yang berada di ketinggian. Dengan tatapan penuh kagum, Nana merasa merinding saat menaiki eskalator tersebut. "Woah, tinggi sekali," ucapnya, mata penuh kagum menatap keindahan pemandangan yang terbentang di bawahnha. Sementara itu, Julian yang masih digendong oleh Clara dengan erat, memberikan sentuhan humor dengan teriakannya, "Mamaaa.. Juliann takutttt.."
9.913.5K viewsOngoingAdded to Library 486 Times as mall escalator
Show Reviews (14)
Read
+Library
Almeira. S
Hi, my precious reader. Untuk yang sudah membuka bab 81 pada hari ini, tolong dibuka kembali hari senin yah. Soalnya, ada beberapa bagian penting yang othor lupa masukkan. Setelah diedit, akan di acc pada hari kerja. Mohon maaf sebesar-besarnya, dan terima kasih banyak.
Mala
Nih cowok, ampuh dh. bner2 bkin risih & jijik. gk ada abisnya bkin clara ngerasa annoying! smpe berasa kek mau nabok aja gw.. gk ngrti deh, duh, bner2 bkin emosi baca ceritanya, serius deh. udhlah, smoga akhir cerita dia dpt karma setimpal, jgan smpe endingnya sad!!!
Read All Reviews
Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Suamiku, Aku Tak Sudi Mengejarmu Lagi!

Saat melewati eskalator, tiba-tiba terdengar suara. “Lihat siapa yang berani berkeliaran di mall ini.”
105.1K viewsCompletedAdded to Library 164 Times as mall escalator
Read
+Library
Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pembalasan Dendam Racun Sang Tabib

Pintu masuknya lebar dengan eskalator yang bergerak naik turun. "Ini tempat apa?" tanya Bima. "Mall." Irene tersenyum. "Tempat belanja. Ayo masuk." Mereka berdua masuk ke dalam mal. Udara dingin dari AC segera menyambut mereka. Lantai marmer mengkilap. Toko-toko berjajar rapi dengan etalase yang penuh barang-barang mewah. Bima menatap sekelilingnya dengan perasaan kagum. "Ini seperti istana."
103.8K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as mall escalator
Read
+Library
SETELAH MASUK NOVEL, AKU MENJADI ANTAGONIS GILA

SETELAH MASUK NOVEL, AKU MENJADI ANTAGONIS GILA

"Aku kan kecil banget, nanti kalau aku terhisap ke dalam mesinnya gimana? Aku tidak mau jadi bagian dari gir eskalator!" Pengunjung lain yang sedang antre di belakangnya hanya bisa melongo. Eskalator itu bergerak dengan kecepatan standar mall pada umumnya—kecepatan yang bahkan siput yang sedang berolahraga pun bisa mengejarnya. Namun, bagi Vanya, mesin itu adalah monster baja pemakan manusia yang siap menelan tubuh mungilnya.
10838 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as mall escalator
Read
+Library
Ibu Susu Kesayangan Duda Tampan

Ibu Susu Kesayangan Duda Tampan

Terkadang ia terlihat bijak dan bersahaja, tetapi, terkadang juga dia terlihat sangat polos dan lugu. "Itu namanya eskalator, Ay ... memang dirancang supaya bisa jalan sendiri, tujuannya biar kita tidak perlu capek-capek menaiki anak tangga," sahut Abraham menjelaskan. Pandangan Ayleen tampak memindahi eskalator itu dari atas ke bawah. "Nggak bahaya ta, Pak?" Tanya Ayleen ragu. "Kenapa bahaya? Itu sama seperti tangga pada umumnya, hanya saja dia berjalan," jawab Abraham. Kini keduanya sudah berada di depan eskalator.
9.7103.1K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as mall escalator
Read
+Library
Tante, Berhentilah Mengejarku

Tante, Berhentilah Mengejarku

Musik latar pop ringan mengalir pelan dari speaker ceiling, bercampur suara langkah orang, obrolan pelanggan, dan suara mesin eskalator yang berdengung lembut. Mall pagi itu tidak terlalu ramai—kebanyakan orang tua yang jalan pagi, beberapa ibu-ibu yang membawa anak kecil, dan kelompok remaja yang sepertinya baru selesai nongkrong semalam. Andre dan Mila berjalan berdampingan, kadang bahu mereka bersentuhan tanpa sengaja. Mereka langsung menuju lantai dua, area fashion pria yang cukup lengkap.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as mall escalator
Read
+Library
Dendam Seorang Janda

Dendam Seorang Janda

Besoknya lagi akan main ke taman dan tempat lain. Sabrina tampak antusias sekali mendengar akan jalan-jalan ke mall bersama Tia. "Sabrina jangan katrok ya kalau di mall," ucap Mira. "Paling Ibu yang kantrok bukan sabrina," bantah Sabrina. "Ibu naik eskalator aja belum pernah kan?" tanya Sabrina. "Di kampung kan nggak ada Mall Sabrina mana Ibu pernah naik eskalator. Adanya swalayan itu nggak ada eskalator masih pakai tangga." kata Mira.
1010.6K viewsCompletedAdded to Library 233 Times as mall escalator
Read
+Library
Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

Aku Mundur Kau Hancur, Bang!

“Eskalator, Sayang.” “Iya, pelator.” “Es … ka … la ... tor.” “Es … pa .. la .. tor.” “Baiklah, susah, ya bilangnya?” “Masih salah, ya, Tante?” “Gak apa-apa. Nanti kita ke Mall, ya. Kita naik escalator, terus kita nonton. Tapi, sayang, ya. Kak Selin gak mau ikut.”
10145.8K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as mall escalator
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

Tatapannya kemudian bertemu dengan sepasang mata coklat madu yang balas menatapnya hangat. "Jangan takut. Ayo pegang ini. Dan tapakkan kakimu dengan mantap. Berdirilah dengan tegak. Rileks 'kan tubuhmu. Nah, seru kan? Tangganya bisa berjalan sendiri. Dan ini disebut dengan eskalator. Sekarang langkahkan kami kamu selangkah lebih lebar. Nah kamu sudah sampai di atas. Mudah kan, gadis kecil?"
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 834 Times as mall escalator
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status