BENALU
Pamitnya mau beli pulsa.
“Mil,” sapaku.
“Iya, Ma,” jawabnya.
“Mila, beneran nggak mau pulang ke rumah Mama Rizka?” tanyaku basa basi. Ingin memancing reaksinya agar mau bercerita lebih.
“Nggak mau, Ma. Mila di sini saja, ya, Ma. Bolehkan, Ma?” balas Mila seakan memohon. Aku tersenyum.