Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AKU TANPAMU

AKU TANPAMU

“Kamu mancing aku, Tan.” “Mancing apanya?” Aku masih bingung. “Lalukan padaku seperti kamu menjilati es krim mu tadi!” perintahnya. Ya Tuhan! Pria mesum ini rupanya menjadi seliar ini karena melihatku menjilat es krim tadi. Pipiku memanas. Semantara lelaki itu sudah mulai membuka satu persatu pakaiannya. “Lakukan sekarang, Tania.” Suaranya makin berat.
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 557 kali sebagai mampus kau
Baca
+Pustaka
Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu

Kau Campakkan Aku, Kutemukan Penggantimu

tutur Mas Abi panjang lebar layaknya ahli gizi, ah atau layaknya dokter kandungan, mungkin. Di dalam tas kedua, berisi buah-buahan. Ada Alpukat, Jeruk, Kurma muda, bahkan ada Kacang Kenari dan juga Kuaci. Astaga ... Apa sebenarnya yang terjadi dengan suamiku ini. Kenapa segala Kuaci dia beli, mau nonton sambil nyemil Kuaci ini kah?
9.272.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mampus kau
Baca
+Pustaka
Kulepas Kau Dengan Ikhlas
Baca
+Pustaka
Cinta di Bumi Turky

Cinta di Bumi Turky

kataku "Ini terbuat dari apa?" "Ikan laut" lalu aku menyendok kuah empek empek milikku dalam mulut. "Pedes, kecut, asam manis, tapi pas, enak" katanya sambil mulutnya penuh dengan makanan. "Kalau ngomong pelan aja, orang lain lihatin kita sekarang" dia mengendikkan bahu cuek. "Aku nambah lagi yang ini" katanya menyodorkan mangkuk empek empek.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai mampus kau
Baca
+Pustaka
Aku Madu

Aku Madu

ucap Clarissa yang menambah nasi dan juga memasukkan ikan gulai ke dalam piringnya. “Ini namanya ikan gulai kuning, tapi rasanya cukup pedas,” ucap Fathir yang memandang ikan gulai kakap yang diambil Clarissa. “Ternyata Abang tahu ya nama-nama masakan Padang,” ucapnya. Fathir menganggukkan kepalanya, “sering makan,” jawabnya. “Ini untuk pertama kalinya Risa mencobanya Bang. Rasanya benar-benar enak,” ucap Clarissa.
1027.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 907 kali sebagai mampus kau
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Sang Dokter

Terjebak Cinta Sang Dokter

Rambut dicepol asal, pakai kaos oversize bergambar kelinci, dan sandal jepit. “Marsel? Ngapain berdiri kayak nunggu antrian sembako?” tanya Caca sambil mengunyah permen karet. Marsel langsung panik. “Aku... aku tuh... maksudku, aku ke sini... ya sebenernya... aku enggak iseng... tapi iseng yang serius, gitu... bukan serius yang main-main, tapi serius yang... eh…” Caca nyengir. “Wah, kamu ngomong kayak radio rusak. Pake translate gak?”
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai mampus kau
Baca
+Pustaka
Cinta vs Pelet

Cinta vs Pelet

Mereka pun masuk ke dalam warung itu. "Bu, pesan Bau Piapi, ya?" Seorang ibu muda yang melayani segera mencatat pesanan mereka. "Bau Piapi itu makanan khas Mamuju, ya, Bu?" lanjut Jojo. "Iya, benar, Kak. Ikan yang diolah dengan rempah-rempah. Mungkin mau coba Sambusa juga, Kak? Makanan ini sangat populer di kalangan wisatawan."
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai mampus kau
Baca
+Pustaka
Bosku, Mantanku!

Bosku, Mantanku!

ucapku membuka obrolan. “Kamu gak apa-apa?” Kalimat itu pertama kali terdengar keluar dari mulut Mahesa setelah sebelumnya laki-laki ini hanya bisa mengangguk dan menunduk. Dia juga sudah mulai berani mendongakkan kepalanya dan menatap mataku. Sepertinya laki-laki ini seorang yang pemalu parah. “Keadaan gue baik-baik aja, cuma masih agak pusing sedikit.”
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai mampus kau
Baca
+Pustaka
Kau Lukai Aku, Kubuka Aibmu

Kau Lukai Aku, Kubuka Aibmu

Mas Akbar mencebik terlihat tak suka seraya melepas baju. "Entah, Mas. Akhir-akhir ini suka sensitif. Mencium bau apa pun bikin mual." "M–mual? Apa jangan-jangan kamu …." Mas Akbar tersentak kaget dan menatapku lekat menyelidik. Aku tahu apa yang ada di pikirannya. Dia kembali berpakaian. "Apa?" Aku terkekeh. "Nggak mungkin Mas. Aku kan m–mandul." wajahku seketika sendu saat mengatakannya. Paham ke arah mana pertanyaan itu.
1070.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai mampus kau
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Penuturan Jasmine terdengar manja. Perut Embun terasa mual mendengar kalimat yang baru saja diucapkan oleh Jasmine, memang ia mau mengajari wanita itu masak, pikir Embun. "Kau mau mengajariku, kan, Mba?" Jasmine menatap Embun dengan wajah manis. "Sebaiknya kau lihat googtube saja, aku sibuk!" jawab Embun datar, Jasmine terlihat kesal karena jawaban Embun tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai mampus kau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status