Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gairah Liar CEO Nakal

Gairah Liar CEO Nakal

"Saya Douglas, Kepala Divisi Pemasaran. Kami di tim pemasaran sudah menyiapkan beberapa rencana yang kami rasa akan mendukung pertumbuhan perusahaan." "Baik." Adam menatapnya sebentar, membaca ekspresi wajah Douglas yang penuh harapan. "Saya akan melihat rencana kalian, Douglas. Pemasaran adalah kunci untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Pastikan kita tidak hanya mengikuti tren, tetapi menciptakan tren yang akan diikuti oleh semua orang."
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
Takkan Kubiarkan Kau Merebut Suamiku

Takkan Kubiarkan Kau Merebut Suamiku

POV William Pagi itu, aku ditugaskan Papa menjadi manager pemasaran untuk sementara menggantikan Pak Beno yang akan menempati jabatan yang sama di cabang yang baru, ini merupakan hal yang baru bagiku, pemasaran memang bukan bidangku, tapi aku akan coba tantangan dari Papa, kata Papa kalau aku bisa menguasainya aku akan diangkat menjadi direktur di cabang yang baru. Oke, Pa... aku terima tantangan Papa, siapkan kursi yang empuk di ruangan direktur nanti, hahaha ....
1022.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 665 kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

Jejak Lelaki Lain Di Tubuh Istriku

Ketika Pak Hartono dipindahkan ke kantor pusat, dia akan berada di jajaran atas, mengurusi banyak perusahaan sekaligus. Aku menghela napas, melihat tumpukan berkas di mejaku. Aku cukup tahu seluk-beluk pekerjaan di bidangnya; manajer marketing. Bidang ini bisa dibilang sebagai ujung tombak perusahaan. Urusan pemasaran adalah urusan kami; memenangkan tender menjadi tanggung jawab keahlian kami, dan proyek semacam ini merupakan salah satu proyek unggulan di mana kadang kami harus melakukan cara-cara yang tidak sehat untuk bersaing dengan perusahaan lainnya.
1033.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 668 kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

"Nah, harusnya paham, kan, kerjaan seorang manajer pemasaran itu apa saja?" "Lupa." "Iyalah, orang masih bocil pikirannya nikah melulu." Om Bas terkekeh. Kok bisa tebakannya bener. "Gak lucu!" "Tugas saya itu gak mudah. Dituntut untuk memiliki ide-ide kreatif yang mampu meningkatkan penjualan produk. Harus punya perencanaan dan strategi khusus dalam membaca target pasar. Mengikuti trend yang cepat sekali berubah-ubah, belum lagi riset demi mencapai target yang diinginkan. Apakah hanya cukup sampai di situ? Jawabannya enggak. Setelahnya, kita harus membuat laporan secara berkala dari awal hingga akhir pada atasan. Sampai di sini paham?"
1094.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
Diusir Ipar Setelah Suami Tiada

Diusir Ipar Setelah Suami Tiada

Pantas saja keponakan umi ini menduduki posisi manager pemasaran. "Itu karena di pikiran mereka tidak ditanamkan untuk berkembang. Tidak ada tujuan itu sehingga manajemen pun seadanya. Makanya, selagi masih merintis sudah mulai diatur untuk tujuan besar itu." "Iya, Mas. Saya mengerti," ucapku dengan mengangguk. Berbincang bersama dengannya selalu mendapatkan ilmu yang luar biasa. Aku menjadi lebih tahu dunia luar.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
Gadis Incaran Bule CEO Tampan

Gadis Incaran Bule CEO Tampan

Jam sepuluh, seperti pesan Ken tadi, kelimanya beranjak dan memasuki ruang sang manajer. “Jadi setelah kemarin rapat dengan head marketing dan sales manajer, kita punya promo baru lagi ya, Ladies.” Ken berdiri dari kursinya, mendekati white board berukuran 1 x 1 meter yang menempel di tembok ruangan. Di sana sudah ada spidol yang akan dia gunakan untuk menulis.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
Gelora Cinta Sang Berondong (Gadis Arogan)

Gelora Cinta Sang Berondong (Gadis Arogan)

Keduanya diam seribu bahasa dan membiarkan para top manager itu berseteru. “Hah! Aku sudah membaca semuanya, Direktur Tanto. Aku sudah menilai sendiri laporan dari divisimu. Yang membuat produk ini rugi bukan karena brand ambasadornya, tapi teknik pemasarannya yang berantakan.” “Baliho, spanduk? Hanya itu perhatian yang Anda berikan untuk produk ini, hah? Anggaran khusus yang diberikan Papa untuk Queenzee adalah untuk memastikan produk ini laris di pasaran.”
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Pewaris

Kembalinya Sang Pewaris

Kecuali gagasan divisi marketing sudah membuahkan hasil. "Signor Corradeo, bagaiamana tanggapan Anda mengenai presentasi tadi?" tanya si manajer marketing. "Lakukan saja rencana kalian. Aku akan mendukung kalian asal tidak memberikan kerugian yang besar pada perusahaan."
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
I Love You, Pak! Tapi Aku Takut...

I Love You, Pak! Tapi Aku Takut...

Proposal yang telah ia dan timnya persiapkan, tampak tergolek kusut di lantai seperti tumpukan sampah. "Aku beri waktu kau 1 minggu, Aditya! Perbaiki proposal-mu sesuai keinginan Ilyas tadi. Pakai otakmu untuk melakukan analisa, bukan hanya copy-paste data dari internet! Gunakan networking-mu selama ini dalam mencari informasi dari orang dalam! Lakukan komparasi kompetitor! Adakan analisa pasar jangka panjang! Gunakan tim yang baru kau rekrut!! Kau ini dibayar mahal sebagai Manager Marketing, bukan Sales!" Teriakan Stanley terdengar menggelegar dalam ruangan kerjanya.
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
Gelora Hasrat Pewaris Takhta Dhirendra

Gelora Hasrat Pewaris Takhta Dhirendra

Ia bisa melihat bagaimana setiap kata yang keluar dari manajer divisi pemasaran itu memantul di pikirannya, bagaimana Kilan menelan ludah, sesekali mengerutkan alis, dan menatap dokumen di depannya dengan konsentrasi yang jelas, walau napasnya masih berat dan tangannya kadang mengepal di sisi kursi. “Hah… akhirnya,” gumam Isla pelan untuk dirinya sendiri, senyum tipisnya melebar. Ia tahu strategi kecilnya berhasil. Kilan kini benar-benar patuh, menempel pada aturan taruhannya, berusaha mengendalikan ego dan hasratnya demi membuktikan dirinya. Isla bersandar lebih nyaman di kursi, matanya kini fokus sepenuhnya pada presentasi, sesekali mencatat angka dan strategi yang dipaparkan.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai manajemen pemasaran kotler
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status