Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU

TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU

Tama hanya berani berbicara di dalam hati. “Kamu nggak perlu berlebihan seperti itu, Mas. Aku hanya menjalankan apa yang apa yang dilakukan olah manusia lain. Aku yakin, orang lain pun akan melakukan hal yang sama, membawa Mbak Santi untuk pulang kepada keluargamu yang sedang membutuhkan perhatian khusus.” Amira menjawab sekenanya seraya mengambil pisang goreng yang pada malam ini disuguhkan untuk Tama. Amira mulai mengunyah makanannya sambil mendengarkan curhatan Tama.
1063.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as manga one punch man tamat
Read
+Library
Dear Mantan

Dear Mantan

terang Vina, mengulas senyum kemenangan. "Tapi kamu————" "Assalamualaikum Om." Sean langsung nyelongong mencium tangan ayah Vina, sampai pria paruh baya itu tercekat. "Tante." Lalu beralih pada bunda Vina. "Tante udah mendingan? Ini saya bawain teh Dokudami, teh herbal dari Jepang. Bagus banget buat kesehatan. Semoga Tante cepat sembuh." Sean tersenyum sangat manis.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as manga one punch man tamat
Read
+Library
Hasrat Terlarang Abang Ipar

Hasrat Terlarang Abang Ipar

Tama berucap dengan emosi yang memuncak. Tampak bekas pukulan itu meninggalkan luka biru lebam di wajah Mahen. Mahen hanya diam meski sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah. “Pantas saja Maudy lebih memilih pergi. Ternyata kau binatang buas! Papa sudah pernah memberikanmu peringatan, sekali saja kau bersikap tidak wajar terhadap Maudy, tidak akan ada satu sen pun uang yang akan papa berikan untukmu!” Tama berucap dengan napas yang terdengar sangat memburu. Matanya memerah, wajahnya memanas.
3.4K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as manga one punch man tamat
Read
+Library
Janji Sebelum Rasa

Janji Sebelum Rasa

celetuk Tama. "Gua mau minta tolong Samson aja," jawabnya. "Lo mau enggak, Tam?" Rey mendorong piring rujak mangga itu ke hadapan Tama. Tama bergidik, menelan ludah. Ia merasa ngilu melihat Rey makan mangga muda. "Asem enggak, Rey?" tanya Tama sambil menelan ludah. "Enggak," jawab Rey, menyeringai, sambil menyuapkan satu iris mangga muda yang sudah dicocol ke sambal.
1.7K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as manga one punch man tamat
Read
+Library
JERAT OBSESI SANG CEO KEJAM

JERAT OBSESI SANG CEO KEJAM

teriak Tama. Satu pukulan dan satu tendangan, dia layangkan ke wajah penjaga taman tersebut. Laki-laki itu terjengkang dan menabrak dinding di belakangnya dengan sangat keras. Mulutnya memuntahkan darah segar. Pelipis matanya juga tampak sobek. "Ampun Tuan. Maafkan saya!" ucap laki-laki itu lagi. Sekuat tenaga laki-laki itu merangkak mendekati kaki Tama lalu menciumnya.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 176 Times as manga one punch man tamat
Read
+Library
Balas Dendam Sang CEO Tampan

Balas Dendam Sang CEO Tampan

“Seperti yang aku bilang, aku orangnya tidak pernah bawel soal makan. Yang penting harus ada—“ “Nasi,” sahut Thalita lalu mereka pun tertawa bersama. “Bang, nasi goreng 1 tidak pedas ya,” pesan seseorang yang berdiri membelakangi Thalita dan Adrian. Tawa mereka berhenti saat Thalita menyadari dan mengenal orang itu. “Diko?” panggil Thalita dengan ragu.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 123 Times as manga one punch man tamat
Read
+Library
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

datar, tapi damai. Kami mengobrol lama. Tentang masa lalu, tentang hidup, bahkan tentang patah hati. Dimas tidak bertanya soal Adrian, dan aku tidak merasa perlu menjelaskan. Sebelum pergi, Dimas berkata, "Kalau kamu butuh teman jalan di taman, aku nggak keberatan nemenin." Aku tertawa pelan. "Nanti aku hubungi kamu."
1.9K viewsCompletedAdded to Library 53 Times as manga one punch man tamat
Read
+Library
REUNI

REUNI

"Waktuku selalu banyak untuk menemui wanita secantik kamu." "Pardon?" Tama menyahut, dan membuatku memejamkan mata sesaat. Selamat datang musibah... Tatapan Luffy teralihkan. Dia menatap Tama dengan kening berkerut. "Siapa Anda?" tanya dia kemudian. Seandainya Tama nggak bersuara, pasti Luffy nggak akan peduli kehadirannya. "Saya? Siapa ya saya?" Tama tersenyum. Dia lalu mengulurkan tangan dengan penuh percaya diri. "Saya Yudhistira Ptatama. Saya dan Wina..."
1015.5K viewsCompletedAdded to Library 356 Times as manga one punch man tamat
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
Executive Chef Tampan

Executive Chef Tampan

Dan memang tak ada perubahan sama sekali dari percakapan itu. Matanya melirik Aldo yang sejak tadi nyengir-nyengir gak jelas di depan layar ponsel. "Lo ngapain?" Aldo memperlihatkan hasil foto selfinya. "Lihat ganteng, kan? Kita foto bareng, yuk!"
103.1K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as manga one punch man tamat
Read
+Library
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Ia mencari-cari mural yang dulu ia kerjakan bersama Bima. Akhirnya, ia menemukannya. Mural itu terlihat megah, warna-warnanya cerah dan hidup. Bagian yang dulu ia sentuh, kini telah diselesaikan oleh Bima, dengan sentuhan yang terasa begitu familiar. Sebuah siluet anak laki-laki yang sedang tersenyum riang, menatap ke arah langit. Di bawahnya, Bima menambahkan sebuah tulisan kecil: "Mimpi yang Selalu Hidup."
10899 viewsCompletedAdded to Library 18 Times as manga one punch man tamat
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status