Harga Mahal dari Sebuah Mangga
Melihatku lama terdiam, Edwin seakan teringat sesuatu dan berkata dengan nada baru menyadari, "Kamu nggak mungkin marah cuma karena segelas jus mangga itu, ‘kan? Apa perlu sampai begini? Itu cuma segelas jus mangga. Kalau kamu nggak mau minum, ya sudah. Lain kali kita nggak usah bercanda seperti itu lagi, beres ‘kan? Lagi pula, waktu itu aku sudah melihatnya, kamu nggak alergi, kok. Atau sebenarnya yang kamu permasalahkan itu Rani?"
Tanpa memedulikan perasaanku, Edwin mengoyak kembali luka lamaku dengan begitu saja.
Aku terpaku di tempat dan menatap Edwin untuk waktu yang lama, sampai akhirnya aku menyerah pada rasa lelahku. Sambil bersandar di kursi, aku berkata kepada Edwin dengan nada sua
Hot Chapters