Transaksi Manis dengan Dokter Dingin
Membayangkan si gadis yang cantik, anggun dan sulit dijangkau itu kehilangan harga dirinya, lalu direndahkan oleh anak orang kaya saja, sudah terasa sangat menarik bagi mereka.
Amara menarik napas dalam-dalam, menahan amarah di hatinya. "Minumannya sudah diantarkan. Apa ada hal lain yang Anda butuhkan?"
Begitu kalimat itu selesai diucapkan, gelak tawa langsung terdengar di sekelilingnya.
Salah satu dari mereka ikut memanas-manasi. "Pak Yoga, dia malah tanya apa yang kamu butuhkan. Hahaha, kalau butuh kamu, boleh nggak?"
Hot Chapters