Bara Dendam Sang Prabu Boko
ucapnya, dengan nada suara yang bergetar penuh rasa hormat.
Jentra Kenanga tersenyum tipis, sorot matanya yang tajam memancarkan kebijakan yang lebih dalam. Ia perlahan menanggalkan penutup kepalanya, menampakkan wajah yang dihiasi bekas perjalanan panjang, namun mata kelabu miliknya memancarkan tekad yang membara. Dengan gerakan anggun, ia menyingkap kain sutra hitam yang sedari tadi ia pegang. Di dalamnya, terbaring sebuah mustika yang memancarkan cahaya redup, seolah berdenyut dengan kehidupan purba. Mustika itu adalah wujud fisik dari energi yang tak terlukiskan, warisan yang melampaui pemahaman zaman.
인기 회차