Pesona sang MANTAN
“Tentu. Ada apa Sayang? Apa kamu merindukan ku?’’ tanya nya dengan suara menggoda, seperti biasa.
Tapi, Senara hanya tersenyum tipis lalu masuk tanpa bicara, duduk di sofa, dan mengeluarkan amplop putih dari dalam tas. Ia meletakkannya di meja.
“Apa ini?” tanya Bima.
“Foto. Dari malam kamu bilang lembur.”
Bima meraih amplop itu perlahan. Tangannya gemetar saat menarik keluar selembar foto cetak, foto dirinya yang menurunkan seorang wanita dari mobil di depan hotel. Wajahnya terlihat jelas, meski diambil dari kejauhan.
Sunyi merayap pelan di antara mereka.
Hot Chapters