Hamil Anak Ular
Radji mengacungkan dua jempolnya.
“Hmm ... Bang, masalah bikin game, bikin novel ama melukis, aku memang jago tapi sampai saat ini ... aku belum berhasil menciptakan ramuan agar semua sisik ular di tubuhku ini terlepas semuanya,” ujar Manu dengan menghela napas sambil menatap tangan dan kakinya yang masih penuh sisik.
“Kamu yang sabar saja, Manu! Biarpun kamu tak sempurna, tapi kamu jenius. Tak semua orang memiliki bakat sepertimu. Abang bangga sama kamu.” Radji menepuk pundak Manu.