Terjerat Pesona Papa Temanku
Elvaro berdiri beberapa langkah dari pintu, mengenakan kemeja hitam, lengannya digulung, auranya tenang tapi tatapannya langsung mengunci Yara…
dan map biru yang Yara bawa.
“Banyak banget bawaannya,” komentar Elvaro sambil bersedekap, suaranya datar tapi matanya waspada. “Mau pergi ke mana setelah ini?”
Yara menelan ludah, masuk perlahan sambil menutup pintu di belakangnya.
Aroma ruangan itu… mewah, wangi, dan menegangkan.
“A-aku… mau melamar kerja, Mas,” jawabnya gugup sambil memegang erat map biru itu. “Aku nggak mau ngandelin orang lain terus. Aku mau coba masuk perusahaan besar, advertising yang—”