Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Marvin Rock Si Suami Terhebat

Marvin Rock Si Suami Terhebat

Begitu telah sampai di sebuah rumah tua yang tetap terjaga keasriannya hingga saat ini, Marvin terus mendorong kursi roda tersebut, sampai dia disambut oleh sejumlah penjaga. “Permisi, nama aku Marvin, berasal dari Barat, kota Gloriston, bermaksud bertemu dengan tabib Arash.” Marvin senyum dan ramah. Seorang dari mereka menyahut, “Maaf, karena hari ini Tuan Arash tidak membuka pengobatan dikarenakan ada urusan keluarga yang sangat penting.” “Kira-kira kapan beliau kembali aktif membuka tempat pengobatan seperti biasa?”
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai marid
Baca
+Pustaka
Wanita Buruk Rupa Itu Ternyata Istri CEO

Wanita Buruk Rupa Itu Ternyata Istri CEO

Naila, Anna dan Marimar terlihat berbincang-bincang sesaat. Sekitar tiga meter dari mereka, Shakira menahan amarah, ketika melihat keakraban antara Naila dan Marimar. "Shakira, sepertinya Talitha bukanlah orang sembarangan, kamu tahu sendirikan itu Miss Marimar, dia instruktur terkenal di luar negeri," sahut teman di sampingnya. "Iya, bagaimana bisa Talitha mengenali Marimar, pasti Talitha anak konglomerat, tapi tidak pernah tampil di publik," timpal teman yang lainnya.
1014.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai marid
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Bos Baru

Terjerat Hasrat Bos Baru

Danendra segera berpamitan dan bersiap membawa istrinya pergi. "Mario!" panggil Marissa di atas kursi roda. "Baik-baik ya bersama ayahmu! Jangan nakal dan jangan membuat keributan! Apa kau mengerti?" "Iya, Ma! Aku mengerti." Marii memeluk Marissa dengan erat. Lalu menjauhkan dirinya dan menatap Marissa dari dekat. Dengan serius Marii berbicara, "Di masa depan, kalau adik kecil yang ada di dalam perut Mama berjenis kelamin perempuan, aku akan mencintainya seumur hidupku!"
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai marid
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta di Lokasi KKN

Misteri Cinta di Lokasi KKN

ujar mbak Zarima "Gimana mau ngikuti, Mbak? Pakdo Marlin kan pakai motor, kita bertiga jalan kaki," Kata Rani "Kenapa kau tidak ikut Pakdo Marlin kemaren Lid? Kan kau bisa kan di bonceng?" "Iya, Lid... bisa dapat info, ada apa dengan Aida,"kata mbak Zarima "Wah, nggak kepikiran aku." "Nah, ini kan hari Sabtu, Pakdo kan tidak kerja, kita ke sana lagi, yuk?" kata mbak Zarima
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai marid
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Bos

Mengandung Bayi Bos

“Terus kapan? “Nantilah, kalau Rimar udah lahiran.” Mas Gio menyeringai. *** Enam bulan kemudian. “Saya terima nikah dan kawinnya, Marimar binti Abdullah Shomad dengan mas kawin seperangkat alat salat beserta Hotel Anggrek dan seisinya dibayar tu—nai.” “SAH.” Aku tercengang ketika Pak Adit menyebutkan nama sebuah hotel. Ya ... itu hotel tempatku dulu bekerja.
1024.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai marid
Baca
+Pustaka
Please Marry Me

Please Marry Me

timpal Kania. "Rupanya begitu," sahut Ilana. Suara tepuk tangan terdengar meriah ketika mempelai pria telah memasuki aula pernikahan outdoor itu. Farrel terlihat lebih gagah dan lebih tampan. Kedua tangan Ilana pun saling bertepuk. Dia bahagia untuk Farrel dan Erna. "Kita sambut mempelai wanita," ujar si pembawa acara.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai marid
Baca
+Pustaka
MARCO-POLO

MARCO-POLO

PIP! "Wow! Wow! Sinar apa itu?!" pekik Marco saat wanita berambut merah seperti memindai wajahnya dengan sebuah sinar terang menyilaukan mata mirip alat barcode besar. "Mam," panggil wanita pemindai kepada wanita kepang di depannya seraya menunjukkan hasil dari alat tersebut. "Kau Marco? Anak dari Lopez dan Brian?" tanya wanita berambut merah itu menatap Marco tajam.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 489 kali sebagai marid
Baca
+Pustaka
LALI

LALI

Asih menghembuskan napasnya sebelum memasuki kamar mandi yang hanya terbuat dari terpal yang warnanya sudah mulai memudar dan ada yang sobek di beberapa bagian. Mak Ram masih tak beranjak dari tempat semula. Kini, wanita empat puluh tahun itu duduk di tempat yang semula Asih duduki. Di kursi panjang yang ada di teras rumah. Maafkan makmu, Nak. Mak Ram mengiba dalam hati. Ingin sekali ia menjelaskan alasannya hari itu menolak Harun. Ingin sekali menjelaskan bahwa pernikahan terlalu dini sangatlah tidak baik. Rawan sekali perceraian. Mak hanya tidak ingin hidupmu seperti mak, Nak. Air mata itu meniti. Diraihnya sepeucuk jilbab yang menjuntai ke depan. Di lapnya air mata itu.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai marid
Baca
+Pustaka
After Marriage
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status