Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Be My Friend

Be My Friend

"Baik Mrs." Dimulai dari suara indah Emilly, yang diiringi oleh alunan indah dari senar gitar yang Sam petik. "Cos i' i' i'm in the stars toninght, So watch me bring the fire set a night alight" Sampai seterusnya berjalan dengan lancar, hingga dibagian Anne.. "Shinning trought the city with a—" Bruk!! Anne jatuh pingsan, teman-temannya panik, terutama Sam.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai mark my words
Baca
+Pustaka
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Masih dari Baskara. Ria berhenti berpikir. Semakin bingung dia hendak mengetik apa. Antara kepala dan dada tak sinkron lagi. Dia tutup halaman chat dengan Baskara, dan ibu jarinya menekan lama nama Baskara hingga muncul centang hijau kecil, lalu bergerak ke titik tiga di ujung atas sebelah kanan, dan terakhir ia ketuk sekali tulisan 'mark as unread'. Ia lemparkan ponselnya ke kasur, disusul tubuhnya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai mark my words
Baca
+Pustaka
Gadis Dua Belas Digit

Gadis Dua Belas Digit

titah Mark kepada Maria yang saat ini berdiri meremas kesepuluh jemarinya. Jemari lentik itu berkeringat sejak tadi. Takut bila Mark memintanya untuk menjadi budak ranjang. "Bacalah ini." Mark menyodorkan secarik kertas kepada Maria. "Apa ini?" tanya gadis itu. "Walau kau miskin, setidaknya kau tidak buta huruf." Lidah Mark memang terkesan tajam. Kata-katanya kerap melukai perasaan. Seluruh pelayan di kastil itu tahu karakter pria tersebut. Maka tak jarang mereka mendapat umpatan bila yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai mark my words
Baca
+Pustaka
Rahasia Majikanku

Rahasia Majikanku

sudah kukubur di halaman belakang rumahnya, Nyonya. Astaga! Nyonya Margareth menjebakku. Ia merekam pembicaraan kami tadi. Pantas saja ia bisa melenggang pergi. Kupikir ia pergi karena ancaman Ibu. Ternyata ia pergi karena telah mendapat bukti pengakuanku. Bodohnya diri ini tak sadar telah direkam. 'Tuan Felix ... sudah ... sudah kukubur di halaman belakang rumahnya, Nyonya.'
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 794 kali sebagai mark my words
Baca
+Pustaka
Marry You

Marry You

Karina menghela napas berat. Disebuah Club malam, seorang pria tengah asik duduk dimeja bar dengan ditemani segelas wine merah. Sesekali senyum miris terlihat dibibirnya, seorang pelayan menatap kearahnya dengan wajah jengah. Ia sudah bosan melihat pria itu datang terus menerus ke club malam ini. suara musik yang dimainkan salah satu DJ terbaik disana menggema dengan keras. Beberapa orang-orang yang sedang menikmati musik meliuk-liukkan badannya mengikuti irama musik. Pria itu tampak tidak tertarik turun ke lantai dansa. Ia memilih untuk minum wine kesukaannya.
5.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai mark my words
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Mawar mencoba memberi penjelasan. Nico terdiam, entah bagaimana lagi cara dia memberi tahu Mawar bahwa dia bahakan tidak bisa hidup tanpa wanita itu, katakan bagaimana caranya agar wanita itu mengerti bahwa dia sangat amat mencintainya. "Aku mencintaimu, sangat." Mata Nico terpejam kuat, sakit luar biasa di hatinya membuatnya sungguh menjadi pria tidak waras sekarang. "Bagaimana lagi aku harus meyakinkanmu, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu." Air matanya meluruh, badan besar, tegapnya pun ikut meluruh, dia berlutut dihadapan Mawar dengan tangisan berharap Mawar akan luluh padanya. Mawar meringis ketakutan, "tapi aku... aku..."
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai mark my words
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

“Kamu, bisa Rib hari ini? Kita enggak lama, hanya cuci-cuci mata saja.” “Baik, Aku bisa, An. Kita ketemu di Mall Boxies, ya. Kamu jangan telat, An.” “Ok, deh, Rib. Pukul 04:15 aku sudah disana, ya.” “See you, Rib.” “See you too, An.”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai mark my words
Baca
+Pustaka
Gairah Berkuasa : Mempelai Wanita Tuan Tremont yang Berharga

Gairah Berkuasa : Mempelai Wanita Tuan Tremont yang Berharga

“Apa yang salah dengan aku berbicara tentang masakan? Jika kau tidak ingin memakannya, baiklah. Aku akan pergi sendiri!" Mark tetap diam dan hanya menatapnya sekilas saat dia mengerang. Ketika Arianne tiba-tiba teringat Mateo mengatakan "cahaya hidupnya", dia dengan nada bercanda bertanya, "Mark, apakah kau memiliki seseorang sebagai cahaya hidupmu? Akankah orang sepertimu melihat seorang wanita sebagai cahaya hidupmu dan menyimpannya di hatimu untuk waktu yang lama?”
9.71.8M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66.4K kali sebagai mark my words
Tampilkan Ulasan (279)
Baca
+Pustaka
Sun Shine
"Percuma tampan tapi penyakitan! Dia juga bodoh dan miskin!" Begitulah orang-orang mencemoohnya. Dia adalah seorang pemuda bernama Green Williams. Bagaimana jika kamu memiliki suami seperti Green? Penyakitan, lamban dan selalu bergantung padamu. Mari ikuti kisahnya dalam judul :[Suami Tak Sempurna]
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Marry Me

Marry Me

kata Reyvan. "Buat yang tersayang masa coba-coba." Sean kembali menimpali, menirukan selogan iklan minyak kayu putih. Pria itu memang nggak berubah, tidak bisa melihat situasi sedang serius tapi masih sempat-sempatnya bikin lelucon garing.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 565 kali sebagai mark my words
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

Kemudian Ica melambaikan tangan. Rumah bernomor 12A merupakan peninggalan satu-satunya dari kedua orang tua Ica. Walaupun rumah ini tidak berlalu besar dan hanya ada dua kamar tidur saja, tetapi rumah ini selalu membawa kebahagiaan untuk keluarganya dan kini hanya dirinya seorang. Namun, suasana rumah selalu mengantarkannya pada suasana dulu saat kedua orang tuanya masih ada. Terkadang Ica rindu pada masa-masa ia dan ayah bundanya menghabiskan waktu bersama menunggu panggilan indah dari Allah SWT pada seluruh hambanya untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim. Ica selalu menyakini bahwa Allah SWT selalu memberikan jalan yang terbaik untuknya dan sekarang pasti ayah bundanya sudah b
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai mark my words
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status