Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MARCO-POLO

MARCO-POLO

jawab Chen dan Polo mengangguk setuju. Marco dibopong oleh Robin dan Bruno yang memiliki tubuh besar. Mereka merebahkan Marco ke papan kayu yang dibuat seperti dudukkan kursi dari dua penyangga besi forklift. Saat orang-orang itu akan pergi meninggalkan lokasi, tiba-tiba .... SHUW ... TAR!!
1014.8K viewsOngoingAdded to Library 489 Times as markas tapops
Read
+Library
Istri Figuran Tuan Muda

Istri Figuran Tuan Muda

Tangannya yang gemetar membuat gelasnya ikut berguncang dan perlahan menumpahkan isinya, serta Mark juga kesulitan untuk mengarahkan bibir gelas pada bibirnya. Prang! "Brengsek!" teriak Mark gusar. Kulitnya yang putih seketika berubah menjadi kemerahan, dengan urat di lehernya yang lebih menonjol. Mark murka, pada dirinya sendiri yang tak mampu melakukan hal sederhana dengan benar. "Argh!" Prang! Tangannya menyapu seluruh benda yang ada di atas nakas. Mark mengamuk dan meneriaki Dewi Fortuna yang seakan sudah meninggalkan dirinya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as markas tapops
Read
+Library
Skandal Pernikahan Sang CEO

Skandal Pernikahan Sang CEO

Secangkir kopi pahit kini sudah mendarat di atas meja Mark, lelaki bertubuh atletis dan tampan langsung menyesap kopi hitam sampai tersisa setengah cup. "Kapten, bukankah jabatanmu akan diturunkan satu tingkat karena kejadian penembakan masal di sekolah Sant Elizabeth?" "Hmm ... tapi mereka juga akan menaikkan jabatanku 2 tingkat karena aku berhasil menangkap pimpinan gengster itu," jawab Mark, sikapnya terlihat tidak tenang dan terus melihat ke semua arah. "Lalu jabatan apa yang akan kau terima, Kapten?"
1047.6K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as markas tapops
Read
+Library
The Time Replayers

The Time Replayers

“Baiklah, tapi sekarang aku sepertinya perlu sedikit tenang,” “Bisa kulihat itu,” Mark menghampiri vending machine di pinggir jalan dan membeli Coca-cola. “Ini,” disorongkannya Coca-cola itu padaku. “Apa-apaan?” “Di cuaca panas begini, minum Coke bisa membuatmu agak batuk. Sepertinya kau bisa izin untuk tes hari ini,” “Ah, Mark. Terima kasih, tapi tidak,” “Oke, terserah kau saja,” Mark mengangkat bahunya.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as markas tapops
Read
+Library
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Tiba-tiba Neng Mas menarik lengan Salwa dan menutupi wajahnya dengan tasnya ketika sebuah motor sport melaju kencang melewati mereka. “Ada apa sih Neng?” tanya Salwa menyingkirkan tangan besar Neng Mas. “Itu si Marko lewat. Aku ogah banget lihat tuh muka. Aku sebel sama dia.” Neng Mas meruncingkan bibirnya. Sejak OSPEK selesai Marko terus mepet mendekati Neng Mas, tak peduli gadis berwajah imut itu menolak dengan terang-terangan. Marko adalah Marko pemuda yang keras kepala, mungkin terlahir dari batu. Setali tiga uang dengan Daniel Dash. Hanya saja Marko orangnya humoris berbanding terbalik dengan Daniel Dash yang terkesan dingin dan angkuh.
10146.7K viewsCompletedAdded to Library 5.3K Times as markas tapops
Read
+Library
Terjerat Hasrat Nyonya Muda

Terjerat Hasrat Nyonya Muda

Tap! Tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat di lorong. Eliza buru-buru mengusap wajahnya, berusaha menghapus jejak kesedihan sebelum pintu kamarnya terbuka. Bunyi engsel berderit membuat jantungnya berdegup kencang. Di ambang pintu berdirilah Mark, membawa wajah serius khasnya, sementara seorang pelayan menyusul di belakang, mengusung nampan penuh makanan. Aroma sup hangat menyeruak, tapi sama sekali tak membangkitkan selera Eliza. “Makanlah, kau sudah tiga hari tidak makan,” ujar Mark datar, namun tegas.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as markas tapops
Read
+Library
Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku

Pernikahan Jebakan Kakak Mantanku

Dahi Nova mengernyit bingung padahal secara kasar mata seharusnya ia tahu maksud Marks memamerkan secarik kertas itu. "Aku akan mengadakan pertemuan dengan fans se-Asia Tenggara. Dan kampung halamanmu menjadi salah satu negara yang akan aku kunjungi. Bagaimama menurutmu?" Mark duduk tepat di samping Nova. Sofa yang hanya berukuran lebar satu meter itu tak cukup mampu menampung tubuh Mark yang cukup tinggi. Membuat Nova harus menggeser sedikit tubuhnya demi memberi jarak.
1015.1K viewsOngoingAdded to Library 452 Times as markas tapops
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Mark tertawa ketika Devada merasa aneh saat mencicip dengan ragu-ragu sampai habis. “Ternyata kau gadis yang sangat polos,” ungkap Mark, tangannya mulai bergerilya di bahu gadis polos tersebut. Jarak wajah yang sangat dekat membuat Devada dapat menghirup aroma wine dari mulut lelaki tersebut.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 329 Times as markas tapops
Read
+Library
Sistem Militer : Bertahan Dari Kiamat Zombie

Sistem Militer : Bertahan Dari Kiamat Zombie

Mark mengangguk tanda terima kasih sebelum menatap Bosnya lagi. "Siapa Kepala Staf kamp ini?" Mark bertanya. "Aku," jawab Bos dari atas atap. "Akan sulit untuk berkomunikasi jika Anda berdiri di gedung empat lantai di atas ku," Mark berseru, sedikit ironi tidak luput dari mereka yang mendengarnya. "Tapi sebelum Anda turun, aku ingin bukti kehidupan. Tunjukkan pada kami dimana Graves."
109.6K viewsCompletedAdded to Library 211 Times as markas tapops
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status