Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perfect Love

Perfect Love

Tatapan matanya kosong, tangannya lemas hingga jantungnya berdegup kencang hingga buah apel di tangannya jatuh ke lantai. ‘Harusnya kamu tak usah kembali, Rendra' ***
1011.0K viewsOngoingAdded to Library 372 Times as randa tapak
Read
+Library
Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Sedalam Cinta Naura (Apakah Kamu Bahagia?)

Dia belum mengenalnya. ”Baiklah, siapa anda? Saya adalah Rendra, dari kota. Rumah saya dekat dengan Diandra.” ”Oh, jadi anda adalah orang yang dekat dengan pak Adam sekaligus juga teman baik mbak Diandra. Saya adalah Nada Naura. Saya bekerja di Mata Air Surga ini.”
103.8K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as randa tapak
Read
+Library
Kebangkitan Naga Perang

Kebangkitan Naga Perang

Akira Tanata—The Dragon Killer. Ia membuka matanya perlahan, tatapan tajam menembus kabut tipis di balik jendela. “Rendy Wang…” bibirnya bergerak pelan, tapi suaranya seperti sabetan baja. “Mari kita lihat… apakah Tapak Dewa Petirmu bisa mengalahkan Tapak Naga milikku.” Dengan langkah ringan, ia bangkit. Bayangannya seakan berbaur dengan ruangan, lenyap tanpa suara. Ilmu Langkah Bayangan mulai bekerja.
1029.8K viewsCompletedAdded to Library 626 Times as randa tapak
Read
+Library
Duda Tampan Canduku

Duda Tampan Canduku

Seseorang menepuk bahu Runia, wanita itu tersenyum ke arah Runia, dan mencoba bertanya kepada wanita berambut panjang itu. "Kamu Runia ya?" tanya si wanita berjilbab. "Kamu mengenaliku?" tanya Runia. "Kamu lupa aku?" tanya lagi, wanita itu. "Aku Naura, teman sekelasmu dengan Ayu, saat kita SMP!" "Naura? Kamu kok bisa ...?" tanyanya heran. "Iya Runia, aku difitnah sama maduku, dan suamiku malah menjebloskan aku ke tempat ini!"
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 348 Times as randa tapak
Read
+Library
ARINDA

ARINDA

Devita baru akan membalikkan tubuhnya, saat kakinya kembali dipeluk oleh gadis yang sangat dibencinya. "Saya mohon, Tante ... Saya nggak tahu lagi harus meminta bantuan pada siapa ... Hanya sekali ini saja, saya mohon ..." Arinda benar-benar tak tahu harus meminta bantuan pada siapa lagi selain pada keluarga Domanta. Hanya keluarga Domanta yang dia pikir saat ini dapat membantunya.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as randa tapak
Read
+Library
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

‘Bu, saya sudah sampai di apartement’ Reina mengirimkan pesan kepada Winda yang segera mendapatkan balasan agar Reina menunggu di lobby. Tak lama menunggu, Winda keluar dari lift menyambut kedatangannya membawa seorang bayi berusia 7 bulan, cantik dan manis serta tersenyum padanya. “Halo! Mbak Reina ya,” sapanya. “Iya, Bu. Saya Reina.” “Mari Mbak, langsung naik saja ke atas. Maaf banget ya, aku tadi habis memandikan Tacha dulu.”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as randa tapak
Read
+Library
MAHAPATIH DARI MASA DEPAN : Dark Romance di Istana Majapahti

MAHAPATIH DARI MASA DEPAN : Dark Romance di Istana Majapahti

“Tan, dudu makana. Aku manggihaken ia gumelêmpang ing wanapringga, caket rusā ya kang wus kapanaheku. Wajah nira… kulit nira… tan sami ri wong janapada kita. Durung natêpi aku mirsani wanita makathah iki ring bhumi Majapahti. (Bukan. Aku menemukannya tergeletak di hutan, dekat rusa yang tadi kutumbangkan. Wajahnya… kulitnya… berbeda dari rakyat kita. Aku belum pernah melihat perempuan seperti ini di tanah Majapahti).” Rendra semakin heran, matanya menyapu kain pendek yang nyaris tak menutup apa pun. “Yadyan mangkana, saka ning endi asal nira? Apa ta ia mata-mata nagara sabrang? (Kalau begitu, dari mana asalnya? Apa ia mata-mata negeri seberang?)”
103.0K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as randa tapak
Read
+Library
Tamparan Sang Kakak

Tamparan Sang Kakak

Setelah dipukuli hingga memuntahkan darah, aku menggunakan sisa tenaga terakhirku untuk merangkak dan meraih ponselku di lantai. “Hentikan… aku… aku bayar.” Hana tampak puas dengan kepatuhanku, memberi isyarat pada kedua petugas keamanan untuk berhenti, lalu berjongkok dan menepuk pipiku yang sudah membengkak. “Kok nggak dari tadi saja? Kenapa harus tunggu disiksa dulu?” “Dua miliar, seperak pun nggak boleh kurang.” Aku terbaring di lantai yang dingin, terengah-engah, paru-paruku terasa sakit dan terbakar.
13.4K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as randa tapak
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Azara berdiri di dekat jendela ruang tamu, melihat dengan hati-hati bagaimana Risam turun dari mobil dengan jasnya yang sedikit basah oleh tetesan air hujan yang mulai turun. "Dia sudah kembali," ucap Azara dengan suara pelan, hati berdebar kencang karena campuran rasa senang dan cemas. Aiza yang sedang berdiri di belakangnya tersenyum dan mengangguk. "Ya, akhirnya. Nah sekarang adalah kesempatan yang tepat untuk kamu berdua bisa berbicara dan mengenal satu sama lain dengan lebih baik," katanya dengan nada yang penuh harapan. "Aku akan pergi sebentar ya, Azara. Ada beberapa keperluan di toko bahan makanan dekat sini. Semoga kamu bisa berkomunikasi dengan baik dengan Risam."
551 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as randa tapak
Read
+Library
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Pemiliknya baik dan biasanya Dita bisa berhutang, walau harus berjalan 25 menit lebih. Tapi Dita tidak punya pilihan lain … ** Karena pemilik warung mengajaknya mengobrol, tidak terasa sudah lebih dari satu jam Dita pergi membeli gas. Saat ia memasuki teras, rumah terlihat sepi. Mungkin mertuanya sedang merumpi dengan geng ibu-ibunya. Tapi, di depan pintu Dita melihat sepatu Rizal dan sepatu kets asing berwarna biru muda.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as randa tapak
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status