Terjerat Gairah si Om Suami
“Tapi kalau nanti Mas bilang ‘dadanya sesak’, itu bukan karena sakit, tapi karena kebanyakan lihat kamu.”
“Mas!” seru Jena lagi sambil mendorong pelan dada Abas. Tapi kali ini ia tertawa juga, rasa hangat mengisi dadanya.
“Yaudah,” katanya sambil menatap Abas lembut, “Mas mandi dulu sana. Habis itu kita jalan. Aku mau kamu kelihatan segar, bukan kayak pasien baru keluar rawat inap.”
Abas tersenyum lebar. “Siap, Sayang. Demi kamu, Mas bakal tampil maksimal hari ini.”
Hot Chapters