Resep Rahasia Sang Pecundang
“Masaklah, Dit. Bukan untuk persembahan. Bukan untuk kompetisi. Bukan untuk melawan siapa pun. Masaklah untuk dirimu sendiri.”
Sesuatu dalam kata-kata itu menyentuh sebuah senar kuno di dalam diri Radit. Ia memejamkan mata. Di tengah perpustakaan mentalnya yang porak-poranda, di antara buku-buku resep gaib yang terbakar dan rak-rak kearifan yang runtuh, ia melihat sebuah buku catatan kecil yang lusuh. Buku catatan kakeknya. Di halaman pertama, hanya ada satu resep. Tiga bahan utama: nasi, bawang, garam. Tanpa kecap, tanpa telur, tanpa apa pun. Resep yang menghasilkan nasi goreng paling hambar, paling menyedihkan, simbol dari kegagalannya.
Resep pecundang.
Hot Chapters