Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Amanda

Amanda

Kok perlakuannya padaku berbeda seratus delapan puluh derajat dengan Valerie. “Kak Manda!” seru seorang gadis berambut lurus sebahu dan dicat warna pirang. Amanda terkejut sekali melihatnya. Wah, rambut Val ganti lagi warnanya. Kalau aku yang gonta-ganti warna rambut pasti dimarahi oleh Mama, gerutu Amanda dalam hati. Tapi, tunggu dulu! Kok mata Val kelihatan sembab sekali seperti terlalu banyak menangis?
1017.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai mata amber
Baca
+Pustaka
Kenikmatan dalam Luka

Kenikmatan dalam Luka

"Warna mata terutama dan seingatku, kau punya sesuatu di leher yang mirip dengan Leona." "Jangan sembarangan bicara." Walau membantah, Elian menyentuh lehernya yang tertutup dengan kerah turtle neck. "Tidak ada yang seperti itu, lagi pula yang punya warna mata amber itu ada banyak." "Ada beberapa, tapi harusnya tidak banyak." Ariana segera mengoreksi. "Warna mata seperti hitam dan cokelat adalah yang paling umum. Biru dan hazel juga ada lumayan banyak, tapi amber?"
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai mata amber
Baca
+Pustaka
Obsesi sang protagonis

Obsesi sang protagonis

Dua pasang mata itu bertemu, amber dan cyan saling pandang dalam diam. ***
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai mata amber
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Mantan Istriku

Mengejar Cinta Mantan Istriku

“Sendirian, Ma.” Tatapan Bian semakin dalam. Amber merasa kalau dia bertemu dengan Sadewa seolah memaksakan diri dan seperti di masa lalu. Dia cinta, tapi benci. Dia mungkin bisa mengatakan kalau dia benci, tapi dalam hatinya masih menginginkan. Namun juga tidak bisa kembali bersama. Dia merasa seumur hidupnya terlalu mencintai orang yang salah. “Jangan ketemu sama papa aku lagi kalau Mama dibuat sakit.”
9.985.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai mata amber
Baca
+Pustaka
Menikahi CEO Philophobia

Menikahi CEO Philophobia

"Jadi kau sudah memastikan bahwa yang ada di rumah itu benar Arabella Camelia, putri dari Amartha?" Amartha adalah nama ibu Arabella yang merupakan pemberian orang tua Gilbert. Mendiang ibu Gilbert sangat menyukai Amartha, mereka sudah dijodohkan sejak kecil. Tapi sayang, sikap dan karakter Gilbert sama sekali berbeda dengan ibunya. Gilbert memanfaatkan pernikahan dengan Amartha hanya untuk mendapatkan keturunan yaitu Arabella. Setelah ibunya meninggal dunia, Gilbert menelantarkan ibu Ara dan juga Ara yang masih kecil. Meninggalkan mereka begitu saja di sebuah rumah yang sangat sederhana, bisa dibilang malah kurang layak untuk ditinggali anak istrinya.
1011.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai mata amber
Baca
+Pustaka
AIR MATA PERNIKAHAN

AIR MATA PERNIKAHAN

Mata Bella mengintimidasi. "Stop! Bella stop!” kini mata teduh itu berubah ganas menatap wajah Bella dengan penuh amarah. "Kamu jangan sembarangan nuduh Bella. Otak kamu itu nggak pernah berpikir positif sama aku. Kamu juga nggak usah ngomongin tentang Arum. Dia cuma teman aku Bella!" "Ya sudah," seru Bella dengan suara keras.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai mata amber
Baca
+Pustaka
Wanita Bermata Hijau

Wanita Bermata Hijau

Wush! Angellia berkonsentrasi, dari tangannya memancarkan cahaya aura lembut berwarna ungu yang bisa menyembuhkan. Arthur menahan rasa sakit dan perih. Leo menghampiri Jasmine, sembari perlahan mengelus rambut berwarna silver itu. Mata sendu berwarna hitam mulai berlinang air mata lagi. Rambut hitamnya berantakan karena terus dijambak.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai mata amber
Baca
+Pustaka
My Mate is a Wolf

My Mate is a Wolf

Entah mengapa James sangat yakin bahwa wanita itu hidup bersemayam di dalam tubuh Anarhan, putri mereka. Akan tetapi, belum usai James dari rasa terkejutnya, tiba-tiba saja James kembali dikejutkan dengan munculnya seberkas cahaya terang berwarna jingga kehitaman yang menggelapkan mata dari leher Anarhan. Sorot tajam James menelisik begitu saksama ke arah satu titik tempat seberkas cahaya itu muncul. Jemarinya secara perlahan berpindah tempat dari pipi Anarhan turun ke bagian leher. Hingga di sana, ia temukan sebuah tanda lahir berbentuk bulan sabit berwarna hitam pekat.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai mata amber
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status